Langsung ke konten utama

#FABEL - Festival Serangga

Di tengah padang rerumputan hijau tinggallah seekor Semut. Ia terlepas dari kawanannya saat terjadi angin besar memporak-porandakan desanya. Sekarang ia hidup sebatangkara. Semut itu tak memiliki orangtua, saudara bahkan teman. Namun siang itu, ia kedatangan seekor serangga yang jauh lebih besar darinya,  seekor Kecoa. Kecoa itu sangat malang. Sayapnya rusak dan kaki belakangnya patah karena mencoba melarikan diri dari mangsa.
Semut merasa kasian kepada pak Kecoa. Ia menyuruh pak Kecoa untuk tinggal dirumahnya. 
Setelah pertemuan itu, mereka menjadi sahabat, selalu bersama dan saling membantu. Hingga pada suatu hari, mereka berencana untuk melakukan sebuah petualangan.
“Aku pernah dengar katanya di sebelah barat sana ada desa yang sangat indah. Setiap malam para serangga berkumpul dan mengadakan festival serangga” Kata pak Kecoa.
“Tapi untuk kesana kita harus melewati Laba-laba raksasa dan sungai yang arusnya sangat deras. Apa pak Kecoa tidak takut ?” tanya Semut.
“Tentu tidak, kita sebagai pejantan harus selalu berani.” Sahut pak Kecoa.
“Baiklah.. besok kita berangkat ! ” teriak Semut kegirangan.
- - -
Keesokan harinya saat ayam jago mulai berkokok. Pak Kecoa dan Semut sudah bersiap. Mereka menyusuri padang rumput, bukit batu dan  jembatan kayu. Setelah lama berjalan, mereka berhenti sejenak untuk istirahat. “Apa kau tidak apa-apa pak Kecoa dengan kaki seperti itu? kau terlihat sangat kelelahan” tanya Semut.
“Itu bukanlah halangan, walaupun tidak bisa terbang tapi aku masih bisa berjalan kaki, kita harus tetap semangat dan tidak boleh putus asa serta terus bersyukur.. untung saja tuhan masih menyisakan kaki depan untukku.” jelas pak Kecoa.
Kemudian mereka melanjutkan perjalanan dan sampai di depan sarang Laba-laba raksasa. Sarang itu sangat besar. Sebelum menghadapi Laba-laba raksasa, Semut dan pak Kecoa memutuskan untuk beristirahat dahulu. Pak Kecoa mencari tempat yang rindang dan mereka mulai membuka bekal makan mereka. Setelah lelah hilang dan perut kenyang, mereka mulai mendekati sarang Laba-laba itu.
 “Laba-laba keluarlah !!” teriak pak Kecoa. “ Ada apa ?? kau telah mengganggu tidurku.“ Laba-laba marah. “ Tolong bantu kami menyebrang sungai itu.” Pinta pak Kecoa. Laba-laba pun tak semudah itu memberikan bantuan. Ia akan mengabulkan permintaan mereka asalkan salah satu dari mereka mau menjadi santapan makan siang Laba-laba raksasa. Semut dan pak Kecoa pun mulai putus asa. Mereka tidak mungkin mengorbankan nyawa sahabatnya.
“ Kami adalah sahabat, kami tak mau salah satu dari kami mati. “ teriak pak Kecoa.
“ Bagaimana jika kami berdua mencarikan serangga yang sangat besar untukmu. “ kata Semut.
Pak Kecoa bingung dengan ucapan Semut. Laba-laba raksasa yang sudah kelaparan menyetujui pendapat Semut. “ Itu ide bagus. baiklah, sekarang cepat kau carikan !!”
- - -
Semut dan Kecoa bingung,apakah ada serangga yang mau menjadi santapan Laba-laba? Tentu tidak ada. “Pak Kecoa, apakah boleh kita berbohong disaat seperti ini?”tanya Semut. “Seharusnya kita tidak boleh berbohong karna berbohong itu dosa, tapi apakah kamu punya ide bagus ??” tanya pak Kecoa.
Semut menceritakan idenya ke pak Kecoa. Pak Kecoa setuju dengan ide Semut, mereka mulai mencari rumput kering dan membungkusnya dengan daun kering serta merapikannya agar Laba-laba tak curiga. Mereka akan memberikan bungkusan itu ke Laba-laba dan bilang bahwa itu adalah serangga yang mereka buru. “Kau adalah Semut yang cerdik.”
Semut dan pak Kecoa segera menghampiri Laba-laba besar yang sudah menanti kedatangan mereka.
“Wah.. cepat sekali kalian sudah datang? aku ingin segera menyantapnya..” kata Laba-laba.
“Maaf Laba-laba, bisakah kau mengabulkan permintaanku sekarang, dan makanlah serangga ini nanti, Agar nanti kau bisa makan dengan tenang.” Kata Semut.
“Kau memang pintar, baiklah cepat sebutkan permintaan kalian!!” kata Laba-laba.
“Tolong buatkan jembatan untuk kami menyebrang sungai !” ucap pak Kecoa.
“Itu sangat mudah, aku akan membuatkannya untuk kalian.”
Laba-laba mulai membuat sarang panjang sebagai jembatan yang terbuat dari anyaman benang halus yang keluar dari tubuhnya. Laba-laba mondar-mandir diatas sungai untuk memperkuat jembatan itu. Setelah Semut dan pak Kecoa menunggu lama, akhirnya jembatan itu selesai.“ Sudah selesai!! Aku ingin makan sekarang. “ kata Laba-laba yang terlihat kelelahan.
Pak Kecoa dan Semut segera lari melintasi jembatan, sedangkan Laba-laba mulai membuka bungkusan itu. “makan..makan..” Laba-laba sangat senang. Tapi ... betapa terkejutnya Laba-laba setelah membuka bungkusan itu. Ia tak mendapati serangga melainkan rumput kering. “Hey... kalian telah membohongiku !! Akan ku makan kalian !!” teriak Laba-laba yang marah dan mengejar mereka. Pak Kecoa sudah hampir di ujung jembatan, tapi Semut yang memiliki kaki kecil membuat pendek langkahnya. Sedangkan Laba-laba sudah berada tak jauh dari Semut. Semut mulai ketakutan. Pak Kecoa segera kembali dan menyuruh Semut naik ke punggungnya. “Ayo cepatlah naik!!” Pak Kecoa lari sekuat tenaga dengan terpincang-pincang.
Laba-laba hanya berjarak beberapa langkah dari pak Kecoa. Pak Kecoa terus berlari hingga mereka sampai di ujung. Semut segera turun dari punggung pak Kecoa dan memotong jembatan itu dengan mulutnya yang tajam hingga jembatan itu putus dan Laba-laba bergelantungan. “Laba-laba, tolong maafkan kami telah memanfaatkanmu dan membohongimu !!” Teriak pak Kecoa dan Semut.
- - -
Pak Kecoa dan Semut terus berlari memasuki hutan. Dan sampailah mereka disebuah desa yang dituju. Para serangga berkumpul di tanah lapang. Pak kecoa dan semut disambut dengan baik oleh para serangga, dan festival serangga pun dimulai. Kunang-kunang terbang kesana kemari. Belalang dan jangkrik melantunkan bunyi-bunyian yang indah. Mereka menari-nari, bernyanyi dan tertawa bersama. Dan tiap serangga akan mendapatkan satu cangkir madu yang diberikan oleh para lebah.
“ Aku baru kali ini melihat kalian, kalian berasal dari mana ?”Tanya Belalang
“ Kami berasal dari desa di timur sana, diseberang sungai !!” Jawab pak Kecoa.
“ Itu sangat jauh teman, besok aku akan mengantarmu pulang !!” Pak Belalang menawarkan diri.
Malam pun cepat berlalu. Keesokan harinya Belalang bersiap untuk terbang mengantarkan pak Kecoa dan Semut pulang. Kecoa dan Semut naik ke punggung Belalang dan terbang jauh. Mereka melintasi sungai dan Semut melihat ke arah rumah Laba-laba. Ia merasa bersalah dengan apa yang telah ia lakukan ke Laba-laba. “Belalang turunkan saja aku diseberang sungai !!” Belalang pun mendarat tepat disamping rumah Laba-laba. Pak Kecoa pun mengikuti Semut.
“Laba-laba .. keluarlah !!” teriak Semut.  
“Kalian lagi ... akan ku makan kalian !!” Laba-laba masih dendam.
“Maafkan kami!! kami kesini membawa madu.. cobalah madu ini!! Rasanya sangat manis, kau pasti suka. Ini sebagai tanda permintaan maaf kami.” Ucap Semut.
Kemarahan Laba-laba pun reda. Ia mencicipi madu itu sedikit demi sedikit. “waah.. ini sungguh lezat. Aku suka ini!!” Semut dan Kecoa pun memberikan semua madu mereka untuk Laba-laba. Laba-laba pun memaafkan Semut dan pak Kecoa. Mereka bertiga pun menjadi sahabat baik dan akan sering datang ke festival serangga bersama-sama.
- *END*-
Ps : Ini cerita yang sangat sederhana yang ditulis sekitar sekitar 3 atau 4 tahun lalu… saat itu ponakan ku tidur dirumah sini, dan yah.. sama seperti kebanyakan anak kecil lainnya yang pingin didongengi sebelum tidur. Dengan keterbatasan dongeng anak di otak, maka ngalirlah cerita ini.
Kalo fabel atau cerita anak harus ada amanah atau nasehat. Yang ini mungkin berbeda. Hhehe Entah itu bisa dibilang nasehat atau endak karena cerita yang bener-bener ngasal banget. yah intinya menjaga hubungan baik sama sahabat aja sih .. saling tolong menolong, saling memaafkan, dan ucapan makasih juga penting. Alah jadi sok wise deh !!
karena ceritanya tentang persabatan semut,
kayaknya pict ini agak nyambung yaaa …
gambar jaman bahela, nyontek dari cover buku

Komentar