Langsung ke konten utama

Ebook A Thousand Splendid Suns by Khaled Hosseini

Sebenarnya tahu tentang novel ini karena teh seohyun, awal tahun ini bilang kalau dia lagi baca buku a thousand splendid suns. Seohyun baca novel islam ???? penasaran aja gimana alur ceritanya sampe si teteh tertarik untuk membaca buku ini. Dan minggu lalu baru sempet nyari ebooknya yang versi terjemahan.  Dan baru selesai baca hari ini.
Beneran baca novel ini harus dengan pemikiran dan hati yang terbuka plus harus punya keyakinan yang kuat hhihi novel ini mengisahkan tentang kehidupan Laila dan Mariam yang bertahan dan berjuang melawan kekerasan, penindasan, ketidak adilan selama perang di Afganistan. aku nggak akan share ringkasan cerita karena di net kayaknya sudah banyak. Jadi postingan kali ini bener² cuma personal reflection, apa yang aku rasa setelah baca buku ini.

Personal reflection :ㅤㅤ
Faktanya ajaran islam itu indah & sempurna, sayangnya manusia memang nggak ada yang sempurna, Setiap orang punya sisi baik dan buruk memiliki kelebihan dan kekurangan. Tapi mereka bisa berubah.  Inilah kehidupan, Setiap orang punya masalah, setiap orang sedang berjuang,  karna itu setiap orang berhak mendapatkan perlakuan terbaik. Dan yah melawan hawa nafsu diri sendiri itu tidak mudah.

Bagian yang paling aku nggak suka adalah sikap buruk Rasheed terutama saat menyiksa Mariam, Laila, Aziza. Dan ada beberapa aturan mengatasnamakan syari’ah yang diberlakukan orang² radikal yang seolah mewajibkan hal yang sebenarnya sunnah dan  aturan itu  justru seolah merugikan dan mempersulit wanita. Sedangkan sebenarnya islam sangat memuliakan wanita. Kalo tokoh favoritku justru kakak beradik ahmad dan noor yang syahid di usia muda. Mungkin karna penulis selalu menceritakan sisi baik mereka. -walopun kemunculannya cuma beberapa kalimat- hhihi

Alur cerita novel ini sangat bagus... dang yang harus diingat selalu ngefilter ambil postifnya dan tinggalkan negatifnya. Dan kayaknya seohyun baca buku ini karena menceritakan perjuangan wanita. Tapi ada banyak yang aku semogakan untuk si teteh. :')


Jadi ingat waktu di masjid nabawi  2012 -aku lupa waktu itu selesai sholat subuh atau isya’- baru keluar  dan di depan pintu tiba² disambut pelukan wanita memakai burqa warna hitam tapi karna saat itu masih ada diarea khusus wanita saat itu mereka membuka cadarnya   kebelakang jadi aku masih bisa melihat wajah mereka. yang usianya mungkin diatas 60. Beliau tersenyum tapi matanya berair pelukannya sangat erat aku nggak tau apa yang dibisikkan dan tanpa sadar akupun ikut menangis dan membalas pelukannya. Saat itu ada beberapa wanita yang usiasanya lebih muda juga sama menampakkan ekspresi sedih dan bahagia, mereka juga berjabat tangan dan memeluk ibu, bibi, dan kakak iparku bergantian. Kata ibuk hari ini hari terakhir mereka, sholat terakhir mereka di masjid nabawi karna sudah waktunya pulang ke negara asalnya, dan kata bibi mereka orang afganistan. aku sama sekali nggak ngerti omongan mereka cuma sesekali mengangguk dan tersenyum sampai akhirnya pelukan lagi dan mengucapkan salam perpisahan. Hmmm haru.