Mutiara dunia yang paling berharga adalah wanita shalihah. Merekalah bidadari sejati dunia dan di akhirat nanti. Ibarat mutiara yang mahal harganya, Islam pun menjamin hak-hak mereka, serta menjaga dari segala hal yang dapat menodai kehormatan, menjatuhkan wibawa, dan merendahkan martabat mereka. Dan Islam pun menempatkannya sebagai makhluk mulia yang harus dijaga. Maka tak salah bila Rasulullah saw mewasiatkan kepada kita untuk berbuat baik kepada mereka.
Lalu siapakah wanita-wanita yang layak dinobatkan sebagai mutiara wanita dalam Islam? Bagaimana perjalanan hidup mereka? Siapa sajakah di antara mereka yang mendapat jaminan masuk surga? Dan amalan apa saja yang seharusnya ditunaikan oleh kau wanita agar status shalihah terus melekat kuat dalam pribadi mereka ?
Lalu siapakah wanita-wanita yang layak dinobatkan sebagai mutiara wanita dalam Islam? Bagaimana perjalanan hidup mereka? Siapa sajakah di antara mereka yang mendapat jaminan masuk surga? Dan amalan apa saja yang seharusnya ditunaikan oleh kau wanita agar status shalihah terus melekat kuat dalam pribadi mereka ?
Itu adalah penggalan sinopsis buku ini, Bidadari Negeri 1000 menara. Aku beli buku ini udah lama, 2015an. Belinya di Salemba, Mall Gresik, sayang sekarang udah tutup padahal biasanya kalo nyari buku atau nunggu yang lain belanja ya melipirnya kesitu. Sedih.
Jadi buku ini mengajak kita untuk mengenal lebih dekat sosok-sosok wanita dalam sejarah islam yang bisa kita teladani akhlaknya; seperti Hawa istri nabi Adam as, Sarah dan Hajar istri nabi Ibrahim as, Asiyah istri Fir’aun, Masyitah budak Fir’aun, Ratu Bilqis istri Nabi Sulaiman as, Maryam ibunda Nabi Isa as. Kemudian dari kalangan Ummahatul Mukminin, 9 Istri Nabi Muhammad saw, Khadijah, Aisyah, Hafshah, Ummu Salamah, Zainab, Juwariyah, Ummu Habibah, Maimunah, Shafiyyah. Juga mengambil teladan dari ke empat putri Rasulullah saw; Zainab, Ruqayyah, Ummu Kulsum, dan Fatimah. Meskipun kisah-kisah didalamnya hanya diulas secara singkat tapi ada banyak informasi yang justru baru aku tau dari buku ini, ketauan kurang baca buku sejarah islam hhihi
Ohya karna aku nggak akan ngereview lebih dalam, jadi langsung aku fotoin daftar isinya aja yah
Yang pasti isi buku ini ringkes dan to the poin dan yang aku suka buku init tuh ringan dan sampulnya hardcover jadi mau dioyong kemana aja gak gampang lecek.
Di postingan kali ini aku cuma ingin mencatat kembali apa yang nempel nge jleb banget di aku, sebagai personal reflection dan self reminder. Salah satunya pas di bab peran wanita shalihah dalam mencetak generasi yang berkualitas, part memilih metode pendidikan yang baik bagi anak. Jadi dalam buku ini dijelaskan bahwa metode yang baik adalah membiasakan sejak dini melaksakan perintah Allah dan menjauhi larangannya agar kelak dewasa ia sudah terbiasa. Seperti dalam hal membiasakan menutup aurat pada anak perempuan. Kadang kita mikir ‘ah gapapalah masih kecil, kasih baju yang unyu, rok mini biar jalannya keliatan lucu, rambut dikuncir’ aku dulu sering banget kek gitu, beliin ponakan mah gak mikir aurat, yang penting lucu ajah.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin ketika ditanya : Apakah diperbolehkan anak kecil, laki-laki maupun perempuan, untuk memakai pakaian pendek menampakkan pahanya? Beliau menjawab: “Sudah diketahui bahwa anak kecil yang umurnya dibawah tujuh tahun, tidak ada hukum (larangan menampakkan) bagi auratnya, akan tetapi membiasakan anak-anak kecil memakai pakaian yang pendek dan menampakkan aurat (seperti) ini tentu akan membuat mereka mudah (terbiasa) membuka aurat nantinya (setelah dewasa). Bahkan bisa jadi seorang anak (setelah dewasa) tidak malu menampakkan pahanya, karena sejak kecil dia terbiasa menampakkan dan tidak peduli dengannya. Maka menurut pandanganku, anak-anak (harus) dilarang memakai pakaian (Seperti) ini, meskipun mereka masih kecil, dan hendaknya mereka memakai pakaian yang sopan dan jauh dari (pakaian) yang dilarang (dalam agama).” (Hlm. 100-101)
Hayolooh… ternyata oh ternyata selama ini kita–aku salah pola pikir kan. Jadi jangan heran si anak kalo udah umur 9 tahun masih enggan nutup rapat aurat karna mungkin memang nggak dibiasakan dari kecilnya. Atau justru kita-aku yang memberikan contoh ga baik. Keluar rumah masih sering gapake kaos kaki, kerudung yang masih pendek, atau lengan baju yang keangkat. Duh! Astaghfirullah…. Apalagi yang namanya gadget ya gimana si anak nggak ketergantungan lah wong ngeliat orang dewasa disekitarnya juga pada sibuk pegang gadgetnya dewe.
Ohya dan yang pengen aku ringkes lagi yaitu tentang adab dan syarat terkabulnya do’a. aku cuma akan nulis poin-poinnya aja sih hhihi berikut :
- Mengikhlaskan doa hanya kepada Allah SWT
- Berdoa dengan doa-doa yang ma’tsur (ada atsarnya) dari Nabi saw.
- Tawassul kepada Allah SWT dengan amalan shalih yang pernah dilakukan.
- Meminta kepada Allah SWT dengan menyebut nama-nama Nya yang indah (Asma’ul Husna)
- Mencari waktu yang mustajab
- Memanfaatkan keadaan yang mustajab untuk berdoa
- Menghadap kiblat dan mengangkat tangan *tidak boleh menghadap keatas ketika berdoa
- Dengan suara lirih dan tidak dikeraskan
- Tidak dibuat bersajak
- Khusyuk, merendahkan hati, dan penuh harap
- Memantapkan hati dalam berdoa dan berkeyakinan untuk dikabulkan
- Mengulang-ulang doa dan merengek-rengek dalam doa
- Tidak tergesa-gesa agar segera dikabulkan, dan menghindari perasaan mengapa doaku tidak terkabulkan atau kelihatannya Allah tidak akan mengabulkan doaku
- Memulai doa dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi saw.
- Memperbanyak taubat dan memohon ampun kepada Allah SWT.
- Hindari mendoakan keburukan baik untuk diri sendiri, anak, maupun keluarga
- Menghindari makanan dan harta haram
- Memperbanyak doa
Bagian penutup dari buku ini pun menyentuh banget. Sebenarnya aku gak sengaja baca bagian penutupnya dulu yang membuat aku malah jadi semangat nyelesain isi buku ini.
Wanita shalihah, mutiara muslimah sejati
Jika kita melihat akan keutamaan-keutamaan yang diberikan Allah untuk kaum wanita, maka jelaslah bahwa wanita merupakan tumpuan dasar kemuliaan suatu masyarakat bahkan Negara. Masyarakat atau Negara yang baik dapat terlihat dari baiknya perempuan di dalam negara tersebut dan begitupun sebaliknya.
Karenanya, peran wanita baik dalam keluarga atau masyarakat merupakan peran yang sangat agung yang tidak sepantasnya kaum wanita untuk menyepelekannya.
Persamaan gender yang yang didengungkan oleh kaum barat, tidak lain adalah untuk menghancurkan pondasi keislaman seorang muslimah, sehingga ia meninggalkan kewajibannya sebagai seorang wanita.
Ingatlah, pemimpin-pemimpin yang adil dan generasi-generasi yang baik akan muncul seiring dengan baiknya kaum wanita pada waktu tersebut.
Informasi Buku
Judul : Bidadari Negeri 1000 Menara
Penulis : Munif Sulaiman
Penerbit : As-Salam
Tebal Buku : xii + 170 hal
Cetakan A-Februari 2014
ISBN : 978-602-9002-69-0






Komentar
Posting Komentar