Buku ini bagus banget.. karena itu postingan kali ini akan jadi pwaanjang karena aku pengen ngeshare kerennya isi buku ini. . Aku beli buku ini awal 2016 barengan 5 buku karya Ustadz Felix yang lain, biasa ngejar diskon. Tapi karena habis pindahan rumah dan kos selama semester akhir untuk skripsian jadi buku ini belum sempet dibaca dan ketumpuk dibagian belakang dalem lemari 😦
Akhirnya baru kebaca di 2018. Lucunya pas mau baca kemarin baru ngeh kalo tulisan kuning di cover itu لا اله الا الله محمد رسول الله kirain itu nama ustadz felix yang ditulis pake font-unik gitu, seriusan. Gak fokus 😅 dan isi bukunya warna warni banyak gambar-gambarnya. Penjelasannya bener-bener to the point dan hurufnya pun nggak yang kecil-kecil penuh sehalaman gitu, suka suka sukaaa nggak ngebosenin.
Seperti judulnya, buku ini membahas tentang khilafah. Diawali dengan gambaran singkat gimana kebesaran Imperium Persia dan Imperium Romawi. Tahun 622M terjadi peristiwa yang monumental, yakni hijrahnya Nabi Muhammad saw ke Madinah dan mendirikan Negara Islam Nabi atau Daulah Islam Nabawiyah yang diapit dua imperium besar, Persia dan Romawi.
Di tahun itu juga terjadi perang besar antara Romawi dan Persia, pada perang pertama Persia menang namun 7th setelahnya tepatnya 629M Romawi mampu memukul mundur Persia dan merebut kembali wilayah Romawi. Scenario yg sama persis dengan Qs. 30:2-4 yang diturunkan pada 622M.
Kemudian Nabi saw mengirim surat kepada kaisar-kaisar untuk beriman kepada Allah dan juga meyakini Muhammad sebagai Rasul Allah. Setelah menerima surat, Kaisar Romawi melakukan interview dengan abu sufyan awalnya ia percaya bahwa Muhammad adalah Nabi namun diakhir ia tidak menerima islam karena pesimis rakyat dan kaumnya akan beriman kepada islam.
Sedangkan Kaisar Persia malah merobek-robek surat itu, ia merasa tidak dihormati karena peletakan namanya dibawah nama Allah dan Rasulullah, Nabi saw yang mengetahui apa yang terjadi kemudian bersabda “Allah akan merobek-robek kejayaannya sebagaimana ia merobek-robek suratku.” dan benar saja 30th kemudian wilayah Persia yang luasnya 3x luas Indonesia itu jatuh ketangan Islam. Sangat disayangkan kan. Udah diberi petunjuk malah menolak.. hanya karena kekuasaan.
Bersyukur banget lahir dari keluarga beragama islam setidaknya dari kecil udah kenal dan ada didikan islam, tapi tetep harus terus mencari dan melangkah di jalan yang benar. Semoga Allah selalu menuntun memberikan pentunjuk kepada kita jalan yang benar. Pun aku selalu salut sama para temen-temen muallaf, mereka bisa mencari jalan asing ini dan yah kebanyakan muallaf justru jauh lebih kepo dan kuat imannya dibanding yang islam sejak lahir. Penulis buku ini, Ustadz Felix pun seorang muallaf yang justru bisa menginspirasi banyak umat muslim. Malunya dirikuh 😦
Di bab selanjutnya dijabarkan gimana hebatnya Islam saat berjaya, Selain wilayahnya yang semakin luas dan penduduknya yang sangat banyak, Islam punya banyak sekali ilmuwan yang dari karya-karya mereka dulu masih banyak digunakan dan dikembangkan hingga sekarang. Abu Qasim Alzahrawi yang menciptakan alat bedah yang sampai sekarang masih digunakan. Abbas Ibnu Firnas melakukan uji coba terbang tahun 875M jauh sebelum wright bersaudara yang baru memulai di awal abad 20. Ibnu Al Haitsami menemukan teori lensa mata, 700th sebelum Newton. Dalam ilmu matematika, Algoritma diambil dari nama matematikawan jenius muslim Al Khwarizmi dan judul kitabnya dijadikan bidang ilmu yaitu Aljabar. Mendirikan universitas pertama di dunia dan masih banyak kehebatan-kehebetan lainnya. Dulu yang terkenal dari Islam itu cerdasnya, majunya, kerennya.
Sekarang ? Malah dikenal sebagai terorislah, kaku lah, kejamlah, sebagian lagi tertindas, miskin kelaparan… huhuuu Kok bisa ? Al-Qur’annya masih sama, Haditsnya sama. Malah teknologinya lebih modern. Buku ini juga membahas perbandingan kejayaan islam jaman dulu dengan kondisi sekarang yang sangat sangat sangat berbeda jauh, apa yang menyebabkan ini terjadi dan bagaimana cara memulihkan kembali.
Dalam buku ini dijelaskan ada 3 pilar yang menyokong kejayaan islam yakni :
- Pilar pertama individu yang bertakwa kepada Allah, Individu yang selalu merasa bertanggung jawab atas apa yang diperbuat, bahwa kesemuanya disaksikan oleh Allah . Dicatat oleh malaikat-Nya dan akan menghisab semua perbuatannya di hari perhitungan. Hlm. 120
- Pilar kedua masyarakat yang berdakwah. Kadar ketakwaan setiap orang itu berbeda-beda makanya Allah memerintahkan untuk saling menasehati dalam kebaikan. Di Hlm. 125 ada tulisan Islam tidak pernah mengajarkan loe-loe gue-gue. Dalam islam “maksiat loe juga maksiat gue, kalo gue liat loe maksiat dan gue cuma diem.” Kembali diingatkan dengan tulisan ini,selama ini sering yah diri ini cuek, yaudah mereka yang ngelakuin mereka sendiri yang nanggung dosa, terus ujungnya timbul rasa sombong dalam diri seenggaknya gue lebih baik dari mereka -meskipun cuma terlintas sekilas dalam hati. Astaghfirullah…. kita lupa bahwa kita punya kewajiban untuk terus mengingatkan.
- Pilar ketiga Negara yang bersyariah, Negara yang menjalankan sistem sesuai Al Quran dan As sunnah atau disebut KHILAFAH. Masalah terbesar yang ada ditengah umat islam adalah syirik modern yang bernama system SEKULARISME! Paham ini menganggap bahwa Allah hanya melihat kita pada saat-saat tertentu saja. (Hlm. 142). Akhirnya berpakaian tertutup hanya saat sholat saja, selesai sholat auratnya kebuka, itu salah satu contohnya. Dalam buku ini dijelaskan seperti apa sekuliresme dan penerapannya di jaman sekarang, hal-hal yang sepertinya biasa saja -karna sekarang dianggap wajar- justru merupakan perangkap sekulerisme, dan bodohnya diri ini suka nggak nyadar. Menjalankan ayat-ayat tertentu dibarengi mengabaikan ayat yang lain. Astaghfirullah…..
Pilar ke-1 dan Pilar ke-2 kita udah paham dan masih kita jumpai sedangkan Pilar ke-3 dimana merupakan pilar yang paling penting, justru tidak ada karena tergerus -yang katanya- modernisasi atau ‘ala barat’ = sekulerisme. Padahal jika pilar ini hilang kejayaan islam pun tidak ada.
Yap khilafah, dulu pas jaman masih sekolah aku memahami khilafah itu pokoknya negara yang dipimpin khalifah, yang berarti dari jaman Nabi saw yang kemudian digantikan 4 sahabat itu. aku nggak pernah nyari tau lebih dalam. Ya Allah….. malumaluin kan. belum paham tapi gamau nyari tau.
Lalu di awal kuliah pas buka yutub ada saran video – aku lupa judulnya- bahas tentang runtuhnya khilafah usmaniyah. Nggak lama setelahnya aku baca buku yang didalamnya juga ternyata ada sedikit pembahasan tentang runtuhnya khilafah itu. Nyesek tau gimana pelan-pelan kejayaan islam redup dan digantikan system barat dengan maksud memodernisasi.
Kemudian aku nemu kicauan temenku yang intinya dia nggak setuju soal khilafah dengan kalimat sindirannya. itulah salah satu alasan aku beli buku ini. Karna aku bener-bener pengen tau khilafah itu apa sih, kenapa kayaknya pro kontra banget. jadi khilafah itu apa ?
Yang dapat aku simpulkan khilafah adalah suatu sistem pemerintahan, yang dipimpin oleh satu pemimpin (khalifah) dengan aturan hukum berdasar syariat islam, Al-Qur’an dan As Sunnah.
Pada hal 204 ada tulisan pendapat 4 mazhab tentang wajibnya Khilafah, Syaikh Abdurrahman Al Jazini menyebutkan, “Para Imam Mazhab yang empat : Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad rahimakumullah, telah sepakat bahwa : Imamah (khilafah) itu fardhu, dan bahwa kaum muslimin itu harus memiliki seorang imam (khalifah) yang akan menegakkan syi’ar-syi’ar agama dan menolong orang yang dizhalimi dari orang-orang yang zhalim. Mereka juga sepkat bahwa kaum muslimin dalam waktu yang sama di seluruh dunia tidak boleh mempunyai dua imam, baik keduanya sepakat atau bertentangan.”
Kemudian di Hlm. 205 buku ini dijelaskan Al-‘Allamah Syaikh Abdul Qadim Zallum menyatakan khilafah yang sah harus memenuhi 4 syarat:
- Kekuasaan Independen, artinya kekuasaan yang berada pada kaum muslim bukan kepada negara kafir, atau dibawah cengkeraman kaum kafir.
- Keamanan di Tangan Islam. Perlindangann terhadap ancaman dari dalam ataupun luar, perlindungannya berdasarkan kekuatan islam murni
- Menerapkan Islam Secara Total secara revolusioner dan menyeluruh serta siap mengemban dakwah islam.
- Memenuhi Syarat Khalifah muslim laki-laki, baligh, berakal, meredeka, adil, mampu.
Karena pentingnya peran satu pemimpin (khalifah) ini maka pengangkatannya dengan bai’at jadi bukan/nggak harus turun temurun. Di buku ini juga ada beberapa cara pemilihan khalifah terdahulu dan daftar nama-nama khalifah mulai dari Negara islam pertama dipimpin Nabi Muhammad saw, Khulafaur Rasyidin, Khilafah Umawiyah, Khilafah Abasiyah, hingga Khilafah Ustmaniyah (runtuh).
Kalo denger atau baca proses runtuhnya itu nyesek banget deh.. hanya karena kelompok tertentu yang saking pinginnya modernisasi tapi kayak salah mematok makna modern itu kemudian malah merubah system pemerintahan. Di buku ini dijelaskan Penyebab Runtuhnya Khilafah:
- faktor eksternal. Evolusi politik dan ekonomi serta sosial yang menjadikan barat sebagai standar hukum militer, keuangan, ekonomi, dan mengambil hukum-hukum diadopsi oleh khilafah. Yeniseri dibubarkan, Negara melemah.
- faktor internal. ditinggalnya bahasa arab sebgai bahasa islam, ditutupnya pintu ijtihad, sekulerisme, cinta dunia takut mati.
Hanya Islam agama yang memiliki aturannya menyeluruh di semua bidang kehidupan, setiap aturannya pasti ada banyak manfaatnya dan merupakan solusi dari setiap masalah. Misalnya saja hukum potong tangan bagi pencuri, maka si pencuri pun akan kapok atau hukum rajam untuk pezina maka nggak ada yang namanya perselingkuhan atau pelakor. Serem ya ? Namanya juga hukuman biar ada efek jerah. Toh kalo kita nggak melakukan mencuri atau selingkuh Allah justru ngasih banyak kebaikan.
Diingatkan lagi, Rasulullah bersabda :
“Ahli kitab yang dua yahudi dan nasrani telah terpecah dalam agama mereka menjadi 72 agama aliran. Dan sungguh umat ini akan terpecah menjadi 73 agama, semuanya masuk neraka kecuali satu, yaitu yang tetap dalam Al-Jama’ah”
Manakah satu golongan yang selamat ? mereka yang mengikuti sunnah Rasul dan para sahabat. dari situ muncul istilah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Nah khilafah harus dari kalangan ahlus sunnah wal jama’ah.

Kan khilafah belum terbentuk lagi nih, Terus gimana dong… bergabung dengan kelompok yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Bingung kan banyak ? Asalkan sama-sama berjuang bagi islam. Kalo perumpamaan dari ustadz felix “Banyaknya pilihan nasi goreng tentu baik kan. bila kita beralasan karena banyaknya, justru engak memakan salah satunya tetap saja LAPAR.”
Indah yaaa kalo islam berjaya lagi. Suka mikir nggak sih kalo kita tuh pengen banget islam berjaya lagi.. tapi kalo berjaya lagi berarti udah bener-bener dekat dengan kiamat. Ya Allah… memang yah didunia ini cuma sebentar. dan tugas kita diciptakan memang untuk beribadah taat patuh sama Allah. Hm… Ingat kata Abah mungkin kita udah berusaha beribadah sebaik-baiknya tapi nanti bias saja kita masuk neraka hanya karena masalah dunia yang kita anggap sepele.
Waaah postingan ini udah kayak makalah hh… buku ini recommended banget. Aku tuh lagi suka dan antusias baca buku kek gini. sirah juga. Dulu di sekolah umum mana ngerti cerita-cerita kek gini, yang dibahas malah hukum barat kan. -atau dulu pernah dijelasin tapi aku nggak ngeh ya?!- Sampe aku pernah loh baca komentar orang nonis yang beropini cerita soal kaisar romawi yang menerima surat nabi dan mengadakan interview dengan abu sufyan itu cuma cerita karangan orang islam karena dibuku sejarah nggak ada huhuuuuu gemes kan.
Informasi Buku
Judul : Khilafah Remake
Penulis : Felix Y Siauw
Penerbit : AlFatih Press
Tebal Buku : 296 Hlm
Cetakan ke-2, Januari 2015
ISBN : 978-602-17997-8-9
Komentar
Posting Komentar