Langsung ke konten utama

Jangan Jadi Korban Fashion

Jadi kemarin lagi nyari sesuatu di pencarian twitter, tapi di top tweetnya justru muncul ada tiga sampe lima nonis (bukan orang indo sih) yang menentang hukum syari'ah karena mereka beranggapan hukum ini mengekang dan tidak memberikan kebebasan pada wanita. Terutama soal berpakaian. Disalah satu twitan itu ada orang islam yang komen tapi justru ditimpali dengan pendapat si nonis itu yang 'meh' banget. Khhhrrg...

Lucu yaaa... mereka nonis tapi bertindak seolah paham tentang islam dan sibuk menyalahkan aturan syari'ah. Padahal kita yang orang muslim aja santaii, para wanita muslimah justru bersyukur dengan semua hukum syari'ah, merasa dilindungi dan di muliakan. Yekan?! Semoga Allah membuka pemikiran mereka bahwa hukum syari'ah adalah hukum yang berisi segala kebaikan.

Ingat dulu aku pernah ngobrol sama temenku yang nonis juga, entah dulu awalnya bahas apa yang pasti dia bilang "kerudung itu pembeda antara perempuan islam dan aku yang bukan islam" So... kerudung dan pakaian tertutup itu memang identitas perempuan islam :) Jadi kita bukan lagi pake pakaian adat orang arab –dibilang ke arab-araban terus disuruh pindah ke arab. Tapi ini memang aturan untuk orang islam perempuan.

Jadi pengen bahas soal fashionnya muslimah. Perintah Allah SWT di Al-Quran sudah jelas, bagaimana harusnya pakaian wanita dan siapa saja yang boleh melihat aurat wanita Qs. Al-Ahzab(33) : 59, Qs. Al-Ahzab (33) : 33 dan Qs. An-Nur (24) : 31, untuk wanita tua yang sudah menopuse atau sudah tidak punya keinginan menikah ada di Qs. An-Nur (24) : 60 Nabi Muhammad saw memberi batasan yang boleh tampak yakni wajah dan kedua telapak tangan.. Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu‘anha, beliau berkata:
Asma’ binti Abu Bakar pernah menemui Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam dengan memakai pakaian yang tipis. Maka Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam pun berpaling darinya dan bersabda, “wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haidh (sudah baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini”, beliau menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya. (HR. Abu Daud 4140, dalam Al Irwa [6/203] Al Albani berkata: “hasan dengan keseluruhan jalannya”)


Kadang kita masih ragu panjang pakaian yang dibolehkan seberapa ?? kita kan takut kalo termasuk berlebihan atau malah takut soal najis, ada disini https://muslimah.or.id/221-ujung-pakaianku-penyapu-jalanan.html Warna yang digunakan bebas selama tidak mencolok dan menancing perhatian juga tidak bergambar makhluk yang memiliki wajah atau kepala. Lalu bagaimana dengan cadar ? wajah bukanlah aurat jadi penggunaan cadar ini sunah, untuk menghindari fitnah dan pandangan mata laki-laki. Lengkapnya bisa dibaca disini, https://muslim.or.id/6207-hukum-memakai-cadar-dalam-pandangan-4-madzhab.html
Kesimpulannya pakaian wanita muslimah itu yang longgar tidak membentuk lekuk tubuh, tidak nerawang, tidak menyerupai pakaian lawan jenis atau kaum lain, menggunakan manset tangan dan legging untuk berhati-hati jika tersingkap. Kerudung/khimarya yang lebar menutup dada kalo aku kajian dulu panjang belakang kerudung kalo bisa sampe menutup pantat. Menggunakan kaos kaki, cadar sunnah tapi saat sholat atau sedang berihrom dilepas. Masker pun bisa difungsikan sebagai cadar.

See... sesimpel itu fashionnya muslimah. Musim dingin nggak kedinginan, musim panas terlindungi dari terik. Dan paling penting terhindar dari mata jahat. Oh ya, meskipun nggak semua yang sudah hijrah pakaian akhlaknya udah paling bener, tapi setidaknya pakaian ini akan jadi pagernya kita batas kita untuk selalu hati-hati dalam bertindak... :)

Kadang ya, namanya perempuan, lihat dress model baru pengen beli, ada khimar  sampe ciput yang lagi trend pengen punya semua, udah punya manset berbagai jenis, kaos kaki macem warna masih aja kepoin olshop muslimah. Padahal mah itu lemari 1 2 3, udah penuh pakaian kita semua hahahhaa Ya beginilah perempuan, rawan jadi korban fashion. Apalagi diriku yang bakul baju muslimah online ^^

Ada sistem one in one out... satu pakaian masuk berarti harus ada satu pakaian yang dikeluarkan. Dikeluarkan ini bukan dibuang tapi diberikan/dihibahkan ke orang lain, biar nggak mubadzir, Berat nanti hisabnya di akhirat. Ingat badan kita cuma satu, kalo terus-terusan masukin baju baru yang lama akhirnya nggak kepakai juga. Dengan sistem ini jumlah pakaian kita tetap sama jadi kalo bisa jangan malah banyakin lemari.

Sebagai pengingat diri... selalu tanya sama diri sendiri niat awal diri ini hijrah pakaian itu apa, berusaha hijrah untuk siapa, itulah yang jadi benteng untuk tidak berlebihan dalam berpakaian... jangan sampe diri ini memberhalakan pakaian, meskipun itu pakaian syar'i.


Komentar