Langsung ke konten utama

Lepas Pakai Lepas Hijab

Tentang yang sering lepas pakai atau bener-bener lepas hijab. Masalah ini cukup sensitif di lingkunganku. Tapi karena kemarin si embak nyeplos bahas jadi aku pengen nulis unek-unek juga. Jadi si embak cerita di grup alumni pondoknya ada yang bilang "kok bisa sih lepas pakai hijab kayak di neraka bisa mentas celup mentas." Kurang lebih kayak gitu lah. Aku ga fokus karna umek hape. Suka iri sama embak yang lulusan pondok jadi punya banyak temen yang bisa saling ngingetin. Oke penyesalan memang selalu diakhir. Move up.

Aku ingat Umi Pipik pernah nyampaikan di salah satu kajiannya bahwa kata Imam Besar Ahmad Hambali saat beliau ditanya apakah keimanan itu bisa bertambah bisa berkurang beliau menjawab keimanan bisa bertambah sampai menuju langit yang ke tujuh dan keimanan pun bisa berkurang sampai kerak bumi ke tujuh kata beliau. Iman itu terdiri atas ucapan dan amalan, bisa bertambah dan berkurang. Apabila engkau mengamalkan kebajikan, maka iman akan bertambah, dan apabila engkau menyia-nyiakannya, maka iman pun akan berkurang.

Jadi kalo iman bisa bertambah dan berkurang kita harus ati-ati terus berdoa untuk dikuatkan iman. Jangan sampe melakukan amalan yang sia-sia. Jika sudah tau jilbab itu wajib kenapa harus lepas pakai bahkan 100% lepas ?

Bentengi diri ini dari hal yang bisa menggelincirkan kita ke neraka. Tiap ingin lepas kerudung entah apapun alasannya misal karna kerjaan, karna gerah, karna takut nggak cantik, atau 'alah cuma ketoko depan rumah ajah kok' ingat sabda Rasulullah saw kepada Fatimah.
"Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam neraka adalah mereka itu di dunia tidak mau menutup rambutnya dari dilihat laki-laki yang bukan mahramnya." (HR. Bukhari & Muslim)

Ya Allah.. ngeri. Jangan sampe rambut ini jadi alasan kita masuk neraka. Hidup di dunia kan cuma bentar, yang kekal di akhirat. Kenapa belain cantik disini tapi hina siksa disana ? *ngomong ke diri sendiri* :( Ingat mahkota perempuan Islam adalah kerudungnya. Bukankah yang memakai mahkota itu orang yang mulia dan istimewa ? Lalu kenapa memilih jadi orang biasa ?

Buat aku pribadi lingkungan adalah ujian terberat, aku pernah kenalan sama orang yang kerja di Surabaya. Aku tanya kenapa dia nggak pakek kerudung yang nutup dada dan pake rok, dia bilang bos kantornya orang nonis dan pakai kerudung besar itu dianggap ngehambat kerja. Ya Allah... butuh tekad kuat kalo harus keluar dari perusahaan kan ?? Hmmm....

2016 Aku juga pernah waktu tugas kuliah dan harus masuk ke lingkungan formal. Saat itu aku dan temanku sama-sama pakai kerudung besar cuman saat itu kerudung aku masukkan di jaz almamater sedangkan temanku tetep diluar. Dan apa reaksi orang disana? Jadi salah satu orang yang aku hormati disana nyamperin dan bilang ke aku "Mbak inikan lingkungan formal, pake pakaiannya yang sesuai dengan lingkungan formal jangan kayak mau kepengajian. Kasih tau temannya yah" dwarrrrrrrrr aku cuma melongo dan jujur yang aku sesalin sampe sekarang kenapa aku dulu diam aja nggak ngebantah...

3 tahunan lalu kayaknya, aku pernah tanya sama temenku yang aku anggap ilmu dia jauh diatasku. Saat itu aku masih jauh dari baik -pun sekarang. Aku akan coba nulis percakapanku. Gak sama persis sih. Seingatku saja.
Me : Menurut kamu menutup aurat itu wajib gak sih ?
Si Y : Wajib lah
Me : Pakaian longgar, jilbab yang menutup dada. Oh ya dan pake kaos kaki ?
Si Y : Iya
Me : Tapi kenapa ada wanita islam yang pakai kerudung cuma diselampir, rambutnya masih kelihatan. Dan banyak yang nggak nutupin kakinya pakai kaos kaki. Bahkan beliau-beliau ini adalah orang yang dihormati.
Si Y : Itu khilaf ulama terdahulu
Me : Kok bisa ?
Si Y : Ya dulu harus gitu... nyebarin islam dengan lunak
Me : Oke khilaf kan dulu, sekarang islam sudah meluas, harusnya sudah bisa nerima perintah Al-Quran dengan jelas. Kenapa mereka masih seperti itu ?
Si Y : Ya itu tadi, mereka masih mengikuti ulama terdahulu.
Me : Ya kan sekarang udah tau kalo khilaf, dan penjelasan di Al-Qur'an pun sudah jelas.
Si Y : Kamu nggak bisa memaksakan pemikiranmu. *berubah nada tinggi*
Aku diam aja, yang terlintas dipikiranku saat itu 'Duh! Mungkin aku salah ngomong ya ?' Akhirnya penasaranku tak terjawab karna aku udah nggak berani nanya.

Lagi, aku juga pernah sih diskusi receh sama teman, awalnya bahas Qs. Al-A'raf ayat 96 tentang azab yang turun di malam hari. Saat orang terlelap tidur. Waktu itu tiba-tiba kepikiran eh kan biasanya orang kalo tidur pakaiannya terbuka terus kalo dalam musibah itu meninggal relawan yang nolongin nemuin si wanita aurat terbuka gimana. Akhirnya kita pribadi berkesimpulan tidurpun harus tetep pake pakaian sopan. Hhahaha belum tanya ke orang yang lebih paham lagi sih. PR nih. Perlu dicari jawaban solusinya. Eh tapi... jadi ingat cerita Su'airah Al-Asadiyah.
Telah diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam kitab shahihnya dengan sanadnya dari ‘Atha’ bin Abi Rabah ia berkata, Ibnu Abbas berkata kepadaku, “Inginkah engkau aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?” Aku pun menjawab, “Tentu saja.”
Ia berkata, ”Wanita berkulit hitam ini (orangnya). Ia telah datang menemui Nabi shallallahu’alaihi wasallam lalu berkata: “Sesungguhnya aku berpenyakit ayan (epilepsi), yang bila kambuh maka tanpa disadari auratku terbuka. Do’akanlah supaya aku sembuh.”
Rasululloh shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Jika engkau kuat bersabar, engkau akan memperoleh surga. Namun jika engkau ingin, aku akan berdoa kepada Allah agar Dia menyembuhkanmu.”
Maka ia berkata:”Aku akan bersabar.” Kemudian ia berkata:”Sesungguhnya aku (bila kambuh maka tanpa disadari auratku) terbuka, maka mintakanlah kepada Allah supaya auratku tidak terbuka.” Maka Beliau shallallahu ’alaihi wasallam pun mendo’akannya. (HR Al-Bukhari 5652)

Keren ya Su'airah... beliau ingin penyakit epilepsi yang membuat hilang kesadarannya tidak menjadi sebab terbukanya auratnya, padahal dalam keadaan itu pena diangkat dari dirinya.

Jilbab bagi perempuan dewasa/baligh itu wajib kecuali untuk yang gila dan non muslim. Jadi ... ah bisa disimpulkan sendiri lah. Pilih jadi ratu yang mulia atau ... :)

Aku ngeposting gini bukan karna aku sudah benar. Sungguh masih sangat jauuuh.... sebenarnya dari awal sampe akhir ini juga sebagai pengingat untuk aku sendiri. Unek-unek ini dari aku untuk aku hhihi Semoga kita semua bisa istiqomah menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangannya.

*Ohya yang pengen tau kajian umi pipik tadi, aku lupa link yutubnya tapi aku save versi mp3 nya disini. Aku juga pernah ngeposting jangan jadi korban fashion, sila dikunjungi kalo ada waktu :)


Komentar