Akhir-akhir ini banyak postingan IG yang ngebahas soal pelawak jaman now -apasih istilahnya Komika ? Yang katanya melecehkan agama islam. Kayaknya kejadian seperti ini sering terjadi yah... Ujungnya dia minta maaf beralasan kan cuma bercanda bikin orang ketawa. Dan yang nganggep serius dibilang kurang piknik. Helloo 🙄😌 Lain waktu nanti ada temennya yang berulah lagi dan copas cara penyelesaian temennya yang pertama, minta maaf, dan beralasan cuma joke. Nanti ada lagi terus dan terus. Gini loh ... Seperti kertas yang kamu gores pake pensil, nulisnya kamu teken, meskipun kamu hapus tetep ada bekas tindesan pensil. Apalagi kalo tulis hapus tulis hapus, yo mbrusel coy. - Swebel deh
Bercanda boleh, tapi ada etika, aturan, dan batasannya kan?? Orang yang profesinya pelawak pasti paham. Kalo aku emang nggak terlalu tertarik sama acara lawakan karena 'beberapa candaan' mereka yang kadang pake ngatain, nyindir, bahkan nyakitin orang, baik secara verbal maupun fisik. "Tapi kan yang lain ketawa ?!" Inilah syaithon effect. Kalo liat orang yang diolok-olok, orang dibully, orang yang lebih susah dari dirinya malah seneng dan dianggap lucu. Astaghfirullah Astaghfirullah Astaghfirullah... Dan ketika kamu bawa agama dalam hal ini islam sebagai bahan candaan dengan kalimatmu yang seperti itu berarti kamu telah menyakiti seluruh umat agama islam. Ini bukan masalah sepele.
Dibanding nyuruh penonton untuk memaklumi dan menanggapi dengan cerdas (aku pun nggak paham yang kalian maksut dengan nanggepin cerdas itu gimana -saat jelas-jelas dilecehin) bukankah lebih baik anda saja yang lebih profesional, menyajikan lawakan yang bermutu dengan menghindari isu sara, politik dan hal-hal sensitif lainnya. Karena masalahnya disini materi humornya :)
Kejadian ini sekaligus buat pengingat diri juga, aku pun sering ngomong hal sepele padahal nggak niat buat ngatain nih tapi mungkin nyakitin hati orang lain. Atau ketika mau ngasih tau tapi justru salah cara bicara, salah pemilihan kata. Teman-teman atau siapapun yang pernah sakit hati karena omonganku aku minta maaf yaaaa....
Jadi ingat hadits yang kemarin aku baca dibuku -aku nggak hafal, bentar nyontek dulu
"Dan tidaklah nanti seseorang akan diseret ke neraka dengan wajah-wajah mereka (ditanah), terkecuali itu karena ulah lidah-lidah mereka." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Al Hakim)
Ya Allah ã… ã… ã… ã… semoga kita bisa lebih mengontrol ucapan kita, semoga apa yang terucap dari mulut kita selalu perkataan yang bermanfaat tanpa menyakiti dan merugikan siapapun. Aamiin
Ada tulisan lama, judulnya 'bercanda ada batasnya' https://muslimah.or.id/116-bercanda-ada-batasnya.html isinya sangat bagus.
Ada tulisan lama, judulnya 'bercanda ada batasnya' https://muslimah.or.id/116-bercanda-ada-batasnya.html isinya sangat bagus.
Komentar
Posting Komentar