Aku udah lama nggak mengikuti drama korea yang lagi hits. Di korea ada lima idol yang aku paporitin, jadi kalo kelima itu nggak ngedrama yah udah nggak donlud drama lain. Kecuali kalo temanya beneran bagus, kayak dokter atau detective. Yang nggak fokus ke cinta-an atau fantasi. Dan sekarang nyelesain satu drama aja susah, nggak kayak jaman sekolah atau kuliah yang banyak ngabisin waktu dikosan buat ngedrakor. Sekarang baru kerasa kalo itu semua sia-sia Astaghfirullah
Sebenernya bukan kita nggak cinta produksi dalam negeri. Tapi nggak nemu ketertarikan aja -- aku pribadi nggak suka dengan cerita yang diulang-ulang, ribuan episode, terlalu mendramatisir, atau artisnya itu-itu aja. Terus lagi filem fantasi setengah matang, atau filem temanya bisnis tapi fokusnya keperselingkuhan, apalagi yang katanya tema agama tapi malah jauh melenceng. Mungkin nggak semuanya seperti itu. Aku jarang nonton TV soalnya hhehe Tapi seringnya kalo pas nonton tv sinetronnya itu-itu aja.
Problematika ngedrakor. Bukan soal baper pengen hidup kayak mereka, Bukan soal kuota. Bukan soal nggak ada waktu. Bukan soal nungguin translitan. Problematika yang aku maksud disini mungkin hanya sebagian yang mengalami, dan aku ketamper sama postingan di IG kak @fuadbakh Ustadz Abdul Somad nyampein :
Sebenernya bukan kita nggak cinta produksi dalam negeri. Tapi nggak nemu ketertarikan aja -- aku pribadi nggak suka dengan cerita yang diulang-ulang, ribuan episode, terlalu mendramatisir, atau artisnya itu-itu aja. Terus lagi filem fantasi setengah matang, atau filem temanya bisnis tapi fokusnya keperselingkuhan, apalagi yang katanya tema agama tapi malah jauh melenceng. Mungkin nggak semuanya seperti itu. Aku jarang nonton TV soalnya hhehe Tapi seringnya kalo pas nonton tv sinetronnya itu-itu aja.
Problematika ngedrakor. Bukan soal baper pengen hidup kayak mereka, Bukan soal kuota. Bukan soal nggak ada waktu. Bukan soal nungguin translitan. Problematika yang aku maksud disini mungkin hanya sebagian yang mengalami, dan aku ketamper sama postingan di IG kak @fuadbakh Ustadz Abdul Somad nyampein :
Jangan lagi ditonton itu sinetron-sinetron korea korea itu, rusak! Nanti pas sakaratul maut datang dia ramai-ramai. Apa yang selalu kita tengok, apa yang selalu kita dengar, itulah yang akan datang waktu kita sakaratul maut nanti. Pas kita sedang khkhjvghvbhkkkh (sakaratul maut) datang artis-artis korea. Sanjay Dutt, Amitha Bachan(hembook salah alamat pak ustadz hihii). datang semua. Datang orang membisikkan ke telinga sebelah kanan "Laa Ilaha Illallah" datang dari kiri "hohohohoho" (nyanyi).
Astaghfirullahaladzim serem yaaah... ini warning keras untuk diri yang kadang masih suka fanatik koreaan. Aah 😢ðŸ˜ðŸ˜ seperti yang aku bilang tadi, Aku suka sama lima idol, mereka yang aku paporitin ini jauh dari skandal aneh-aneh, dari keluarga konservatif, dan mereka juga setau aku menghargai islam. Bahkan salah satunya pernah baca buku bertema islam, dan yang cowok sangat menghormati perempuan berjilbab (aku pernah tau ada idol korea yang kalo liat orang berjilab -bukan fans dijalan, mimik wajahnya langsung berubah). Itu kenapa aku suka lima orang ini. Aku berdoa semoga suatu hari nanti mereka bisa dan mau mengenal lebih dekat lagi tentang islam dan kesentuh cahaya hidayah. Mungkin kalo pernah baca postingan aku yang dilarangnya musik, disitu aku bilang udah berusaha ninggalin musik mereka dan cuma nonton dramanya aja. Lah kalo setelah tau ceramah UAS kok yah, tetep aja salah lagi. Hiks. Kalo sampe mereka datang saat sakaratul maut yaaa naudzubillah min dzalik. Jangan sampe ya Allah. Nggak mauu 😢ðŸ˜
Kayaknya memang harus stop sampai disini... Ingat Nov sama tujuan hidup kamu. Katanya kelak mau bahagia setiap hari. Harus bisa. Fokus. Mantapin. Pelan-pelan nggakpapa.
Kalo menurut aku apa yang disampein ini sebenernya berlaku juga untuk nyinetron, indiaan, baratan (apasih), jejepangan, turkian, dll. Pokoknya yang sampe melalaikan. Kadang kan kalo nonton sampe lupa waktu, ngulur sholat, kepo berlebih, kewajiban jadi terbengkalai, dsb. sebenarnya kalo dipikir-pikir lagi iya juga sih ya kita sering ngabisin waktu untuk hal-hal nggak penting (bilangnya mau masuk surga tapi banyak watu dibuang sia-sia) belum lagi ada rasa hiphiphura apasih kalo nonton orang yang kita suka. huhuuuu keliatan sepele tapi nambah poin dosa.
Jadi ingat, hidup itu pilihan kan yaa. Mungkin bagi sebagian orang memilih tetep nonton tapi dibatasi dengan alasan 'asal nggak melalaikan' atau 'asal nggak ikutan terpengaruh gaya hidupnya'. Tapi kalo ada yang milih 100% ninggalin semua itu, ya justru lebih baik. Bisa diganti dengan lebih lagi mengidolakan Rasulullah, khulafaurrasyidin, para sahabat, dan pejuang-pejuang islam.
Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata “Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?” Orang tersebut menjawab, “Aku tidaklah mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak shalat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang aku persiapkan adalah cinta Allah dan Rasul-Nya.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, Ø£َÙ†ْتَ Ù…َعَ Ù…َÙ†ْ Ø£َØْبَبْتَ (Kalau begitu) engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain di Shohih Bukhari, Anas mengatakan, “Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Anta ma’a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai).” Anas pun mengatakan, “Kalau begitu aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan ‘Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka.”
Siapa sih yang nggak pengen kelak diakhirat bisa bersama Rasulullah saw. Mulai sekarang hayuuk bareng-bareng kurangin mengagumi nonisnya. Mengisi waktu luang dengan hal-hal yang lebih bermanfaat, dengan belajar memahami tafsir al-qur'an, membaca buku-buku islam, menulis dan membagikan sesuatu yang bermanfaat, atau donlud kajian.
Ohya kemarin ada beberapa remaja yag ngebakar koleksi kpop-an mereka. Salut sama mereka. bisa tegas dan fokus untuk hijrah. Kalo liat mereka tuh jadi iri, mereka dari remaja udah bener-bener mantap mau belajar taat. lha aku? Ya Allah ampuni dosa-dosaku.. Ya Allah ampuni dosa-dosaku.. Ya Allah ampuni dosa-dosaku..
Aku suka kata-kata mb desianiyudha di insta-storynya meskipun nggak bahas tema yang sama. hhihi
Jangan terus-terusan menyesali masa lalu. Ambil pelajarannya lalu perbaiki. Allah selalu punya rencana terbaiknya.
Setiap orang selalu punya masa kelam dan setiap manusia punya jatah dosa bahkan se-sholeh apapun. Untuk itu Allah ciptakan taubat karena Allah Maha Pengasih Maha Penyayang.
Astaghfirullah wa atubu ilaihi...
Komentar
Posting Komentar