Wellah judulnya haha Aku tuh orangnya kepoan tapi asli kudet parah. Se-viral apapun kalo nggak pengen ngepoin ya bakal langsung diskip skip skip. Ngeh nya itu kalo ada yang ngajak bahas 'eh ini lagi in ya..' baru deh kepo.
Tentang SNS, Social Network Site atau sering nyebutnya Media Social (medsos). Bersyukur banget dengan adanya internet, apalagi buat orang tipe introvert kayak aku. Cuma ngejlogrok diatas kasur kita udah serasa nemplok dimana-mana. Gaperlu belajar ilmu teleport dan gaperlu pinjem pintu kemana saja doraemon. Hhihi karna gapaham IT Internet itu jadi semacam fenomena amazing buat aku. lebay Makasih Ya Allah sudah memberikan pemahaman ilmu kepada orang-orang yang berjasa dibalik kecanggihan teknologi saat ini.
Dari hape pintar yang kita punya kita udah bisa terbang ke listas negara, benua, samudra, bahkan planet dan atariksa hhahaha iya kan?? Dengan internet kita bisa kulineran, ngeliatin gambar-gambar makanan, nyobain resep (meskipun sering jauh dari ekspektasi), sampe akhirnya order makanan (nitip temen cod.an) kekeke. Dengan internet kita bisa tau semua berita politik, pendidikan, sosbud, kriminal, hiburan apa ajalah. Dengan internet kita bisa menambah ilmu, menyalurkan hobi, berbagi pengalaman, jualan, ada yang jadi seleb juga, nggak eksis di tipi tapi terkenal di dunia maya dan masih banyak lagi manfaat lainnya. Sayangnya dari internet mulai banyak berita bohong, jadi ajang pamer, curhat colongan yang tentunya lebih banyak merugikan diri sendiri, kita juga bisa ngiri akan kesenangan dari postingan orang, ngegosipin status cuitan orang, bahkan sekarang mau berantem atau maki-makian pun bermodal internet. Ya Allah....
Dunia maya serasa nyata dan dunia nyata serasa mayaaa... satu hal yang pasti diakhir dunia-dunia itu tetap ada surga dan neraka. Iyah meskipun dunia maya tetep nanti diakhir kita dimintai pertanggung jawaban. Sebenarnya dipostingan ini aku mau share akun SNS yang aku punya sekalian ngebahas soal yang lagi heboh pro kontra beberapa medsos itu. Kemarin kan sempet rame tuh. Udah nulis draft pwanjang langsung didelete karna nemu sebuah postingan pototongan kajian Ustadz Syafiq Riza Basalamah, kata beliau
Diantara tanda-tanda kiamat adalah semua dapat menulis, dengan HPnya, dengan tabletnya, dia menulis sekehendak hatinya. Tapi tatkala kita hendak menulis ketahuilah bahwa tulisan kita itu akan ditimbang kelak di hari kiamat. Maka berusahalah menulis yang bermanfaat, yang engkau akan berbahagia tatkala melihat tulisanmu. Tatkala engkau ingin berkomentar di jejaring social, dimana-mana, sebelum menulis yang akan dibaca manusia dan dicatat oleh malaikat Allah SWT, bertanyalah kira-kira tulisan ini ada manfaatnya nggak? Kalau tidak urungkan niatmu menulis. Dan tatkala kita masuk ke facebook, ke twitter, kita mendapatkan tulisan-tulisan yang baik, jadilah engkau yang memindahkan kebaikan itu kepada orang lain. Jangan biarkan kebaikan itu berhenti karena itu termasuk dakwah kita, Kemudian jangan mudah-mudah menebarkan berita, informasi tidak tahu kebenarannya, kenapa? Karena bisa jadi kita termasuk yang menebarkan kebohongan. Kemudian manfaatkanlah media sosial ini untuk menebarkan ilmu, kemudian tunjukkan dirimu, identitasmu sebagai seorang muslim, yang seorang muslim itu diperintahkan oleh Rasulullah saw "Dan berakhlaklah, beretikalah, dengan manusia dengan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad)
Nah! Jleb yaa... hayuk dicek-cek lagi kalo mau nulis atau ngeshare sesuatu. Postingan-postingan yang pernah di share dilihat-lihat lagi. Kalo emang ada yang nggak bermanfaat sebaiknya di edit atau delete. Jadi kepikiran omongannya Ustadz Felix di salah satu postingan instagram juga.
“Pada seiap zaman Allah berikan ada pedang-pedang Allah kalo di zamannya Khalid bin Walid Allah berikan pedang sungguhan, maka di zaman sekarang pedang-pedang Allah adalah orang-orang yang senantiasa berdakwah ditempat yang paling ramai orang-orang mengambil informasi. Dimana? Tentu saja di social media. Karena itulah temen-temen sekalian saya doakan mudah-mudahan bisa tetap diistiqomahkan dalam islam terus menerus berjuang karna bisa jadi kalo zaman yang kemarin itu berjuang dengan pedang zaman sekarang dengan jempol dan kemudian social media yang temen-temen miliki”
Yap, sns itu seperti pedang. Jika kita tidak hati-hati maka akan tergores bahkan bisa berbalik arah dan menusuk diri sendiri. Gunakan sosmed yang kita punya sebijak mungkin, tebar manfaat. Kalo memang gemar menulis, tulis hal-hal yang mengispirasi, mengajak kepada kebaikan, berbagi ilmu, self reminder atau apapun. Selalu gunakan kata-kata yang baik. Meskipun nggak suka sama pendapat orang lain, jangan sampe ikut nimpalin dengan perkataan yang kotor. Diingat-ingat -self reminder
Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela (Qs. Al-Humazah : 01)
Suka mengumpat bukanlah sifat orang beriman. karena orang beriman selalu menjaga lisannya dan diperintahkan berkata yang baik.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik dan jika tidak maka diamlah." (HR. Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47)
Pilih situs/grup/akun yang sesuai dengan interest/hobi. Selama nggak melalaikan insyaAllah nggakpapa. Imbangi juga dengan ngepoin ilmu agama. Kalo lebih suka upload foto, foto apapun pilih pilah lagi, perbaiki niatnya, jangan sampe ada unsur pamer atau hal-hal yang menentang syari'at. Caption copas dari manapun boleh aja menurutku asal ada ijin dari yg punya caption/tulisan. Dan selama isinya bukan hal-hal yang memprovokasi atau menjerumuskan pada hal negatif.
Kita pun harus berpikiran terbuka, tidak bisa memaksakan apa yang kita yakini. Filter setiap postingan yang kita baca. Jangan mudah percaya. selektif memilih memilah portal berita. Bisa kepo ke beberapa sumber untuk memastikan kevalidan. Tapi sayangnya bagi sebagian orang akan berahir dengan hanya mencari tau atau membenarkan apa yang pengen mereka yakini. Walopun belum tentu benar bahkan nyimpang. Yekan ? hhihi -pengalaman pribadi. Astaghfirullah..
Belum lagi kebiasaan ngegalau dan curhat di sosmed. Ini justru memancing orang untuk ghibah ngegosip. Mungkin bisa dialihkan dengan cari solusi galau di internet terus nanti diposting galau sama solusinya jadi kan bermanfaat juga buat orang lain tuh. Ingat jangan diniatin nyindir hhh, tapi niatin berbagi ilmu. Salah satu solusi galau yang ampuh ya curhat ke Allah. Kalo bĂȘte, sebel, pengen marah, sedih, curhat aja ke Allah. Ya Allah aku gini gini gini, meskipun nggak ada jawaban secara langsung tapi ketenangan itu pasti hadir. InsyaAllah hati kita langsung kesentuh, tenang.
Kita pribadi yang bisa mengatur dan memilih apa yang akan kita lakukan. Selalu hati-hati sebelum bertindak. kalo nambah beban amal buruk kan mendingan dihindari, beralih ke hal yang menambah amal berat aja :) Sulit ? Jelas. Kadang masih suka khilaf, lupa, kebablasan. tapi terus nyoba terus berusaha. Semoga bisa istiqomah. Aamiin....
Kita pribadi yang bisa mengatur dan memilih apa yang akan kita lakukan. Selalu hati-hati sebelum bertindak. kalo nambah beban amal buruk kan mendingan dihindari, beralih ke hal yang menambah amal berat aja :) Sulit ? Jelas. Kadang masih suka khilaf, lupa, kebablasan. tapi terus nyoba terus berusaha. Semoga bisa istiqomah. Aamiin....
Komentar
Posting Komentar