Bismillahirrahmanirrahim... Alhamdulillah awal tahun ini dimulai dengan suatu hal yang baik. Horee kuliah lagii... jadi mahasiswa lagi hha tapi kuliahnya online, Bengkel Diri. Jadi tanggal 1 Januari 2019 mulai orientasi dan tanggal 5 Januari kuliah perdana tentang Adab Menuntut Ilmu, pematerinya Ustadzah Khutbah (Ummu Nazeeha).
Untuk catatan kuliah sengaja tulis di blog karena gabisa leluasa di caption IG hhaha
Untuk catatan kuliah sengaja tulis di blog karena gabisa leluasa di caption IG hhaha
ADAB MENUNTUT ILMU
Sebelumnya harus kita pahami dulu bahwa Setiap manusia mempunyai 3 potensi yang sama:
- Akal, Allah menciptakan manusia mengajarkan nama benda dan menjelaskan fungsinya. Akal juga untuk tamyiz membedakan antara yang benar dan salahK
- Kebutuhan Jasmani, kebutuhan yang apabila tidak dipenuhi akan menyebabkan kematian. Missal makan, minum. Treatment islam terhadap kebutuhan ini seperti soal makanan haram yang dihalalkan jika mendesak. Menjauhkan seseorang dari kebutuhan jasmani merupakan perbuatan dholim.
- Kebutuhan Naluri/Insting/Hawa Nafsu, diantaranya ada kebutuhan sexual untuk melestarikan keturunan, perasaan saying terhadap keluarga. Yang kedua kebutuhan eksistensi diri, seperti membela diri jika diserang (minimal) dan perasaan merasa tidak puas (maksimal). Yang ketiga kebutuhan beribadah, mensucikan Allah SWT. Jika kebutuhan naluri ini tidak terpenuhi maka akan timbul ketidak puasan jiwa, stress.
Nafsu tidak boleh memimpin kita, harus dikendalikan.
Insting tidak untuk dipuaskan, tapi dimanage sesuai syariat.
Cara Memenuhi Kebutuhan
Sebelum mengambil keputusan/bertindak hal yang dilakukan tentu melihat norma, pastas atau tidak. Bagi seorang muslim akan bertanya ‘hal ini dibolehkan atau tidak’. Setiap yang diciptakan pasti ada manual booknya, sama halnya dengan manusia. Allah menciptakan manusia hanya untuk beribadah kepadaNya, hidup ini bukan untuk having fun tapi harus dijalani sesuai panduan yang Allah berikan, yaitu Al-Qur’an dan Hadits. Allah lebih tau apa kelebihan dan kekurangan kita dan panduan ini dibuat sesuai kemampuan kita dan tentu untuk kebaikan kita.
Tujuan penciptaan manusia adalah ibadah, tidak hanya shalat (5 waktu), zakat (setahun sekali), puasa (ramadhan), haji (sekali seumur hidup). Tapi keseharian kita pun harus bernilai ibadah. Nabi saw selama kenabian juga mengajarkan banyak hal. Dimensi Ibadah diantaranya:
Tujuan penciptaan manusia adalah ibadah, tidak hanya shalat (5 waktu), zakat (setahun sekali), puasa (ramadhan), haji (sekali seumur hidup). Tapi keseharian kita pun harus bernilai ibadah. Nabi saw selama kenabian juga mengajarkan banyak hal. Dimensi Ibadah diantaranya:
1.
Hubungan
dengan Allah, ibadah mahdhoh (ibadah yang sudah ditentukan oleh Allah).
“1000 rakaat orang jahil (tidak tau ilmu)
tidak lebih baik dari 2 rakaat orang berilmu”
Kita harus tau rukun dan syarat jangan sampai
niat kita ibadah tapi menggunakan cara yang justru nggak Allah sukai.
Contohnya: Sholat harus sama seperti shalat Rasulullah saw, Haji harus sama
sesuai manasik Rasulullah, dll.
2. Hubungan
dengan diri sendiri, lebih ke akhlak dan karakter seperti tata cara makan,
makan harus dengan tangan kanan (aktifitas lain dibolehkan tapi makan harus
kudu kanan), masuk kamar mandi kaki kiri, saat akan bertamu dibatasi mengetuk
pintu 3x, jika tidak dibuka maka harus pulang, dll.
3. Hubungan
dengan manuia lainnya. Dalam berpolitik misalnya, Rasulullah mencotohkan lembut
terhadap muslim dan tegas terhadap nonis yang mengancam muslim, kepimpinan
menggunakan khalifah, mengatur urusan dalam dan luar negeri. Dalam ekonomi
Rasulullah saw menekankan sekali untuk menjauhi riba, dalam bidang hukum ada
hukuman potong tangan, rajam. Dll.
Aktifitas yang dilakukan dengan ikhlas dan benar sesuai syariat
maka disebut ibadah, bernilai ibadah, dan menambah bobot pahala.
Keutamaan Orang yang Berilmu
diantaranya :
-
Tidak
sama antara orang berilmu dan tidak berilmu (Qs. 39:9)
-
Allah
mengangkat orang yang berilmu beberapa derajat (Qs. 58:11)
-
Ilmu
membuat takut kepada Allah (Qs. 35:28)
- Siapa
yang dikehendaki Allah mendapat kebaikan, difaqihkan pengetahuan agamanya. (HR
Muslim)
Dorongan Mencari Ilmu
-
“Siapa
yang berjalan menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga” (HR.
Muslim)
-
“Siapa
yang mengajak orang kepada suatu jalan yang baik, maka ia mendapatkan pahala
sebanyak pahala yang mengikuti dnegan tidak mengurangi pahala mereka
sedikitpun. (HR Muslim)
-
Allah
murka terhadap orang yang tidak menggunakan akalnya (Qs. 10:100)
-
Yang
takut kepada Allah hanya orang yang berilmu (Qs. 35:28)
-
Memutuskan
sesuatu dg benar, tidak mengikuti hawa nafsu (QS. 38:26)
-
Kemukakanlah
argument kalian jika kalian memang benar (Qs. 27:64)
-
Mengikuti
sangkaan tidak berfaedah (Qs. 53:28)
Dorongan Mengkaji Ilmu
Ada hadits sebagai booster agar semangat nuntut ilmu nih
“Para malaikat selalu membentangkan sayapnya menaungi para penuntut
ilmu karena senang dengan perbuatan itu, dan orang alim dimintakan ampun oleh
penduduk langit dan bumi dan ikan-ikan di dalam air. Kelebihan orang alim atas
ahli ibadah bagaikan kelebihan cahaya rembulan atas cahaya bintang” (HR Abu
Daud)
“Jika mati manusia, terputuslah amalnya kecuali tiga hal, shodaqoh
jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakan orang tuanya.”
(HR Muslim)
“Siapa yang keluar rumah untuk menuntut ilmu, ia berada di jlan
Allah hingga kembali.” (Attirmidzi)
Pembentukan Penalaran
Rasional (Melalui Proes Berpikir)
Dalam Qs 2:170 kita gunakan
akal untuk mebukikan kebenaran dengn dalil dan bukti. Kita beriman kepada Allah
karena kita tau bukt Allah menciptakan manusia bukan karna beriman karena agama
nenek moyang. Harus ditanyakan apakah keyakinan nenek moyang ada buktinya.
Apakah Al Qurnan membenarkan agama nenek moyang? Jika tidak maka tinggalkan.
Dan pada Qs. 51:20-21 menerangkan bahwa untuk semakin menguatkan
iman kita harus banyak melibatkan proses berpikir. Tidak boleh asal iku-ikutan
atau bahkan prasangka.
Pengakuan Metode
Eksperimental
Pada kasus pencangkokan kurma yang gagal, rasulullah saw bertanya
:”Apa yang terjadi?”. Mere ka menjawab:”Baginda telah mengatakan begini dan
begitu.” Rasulullah bersabda:”Kalian lebih tahu urusan teknik dunia kalian”.
(HR Muslim)
Rasul bersabda:”Ucapaku dahulu hanyalah dugaanku. Jika berguna,
lakukanlah. Aku hanyalah seorang manusia seperti kamu. Dugaan bisa benar bisa
salah. Tetapi apa yang kukatakan kepadamu dengan Allah berfirman, maka aku tak
akan pernah berdusta terhadap Allah. (HR Ahmad))
Nabi saw di Makkah berdagang ketika hijrah ke Madinah bercocok
tanam maka ada hadits terkait dengan sains ini Rasulullah saw membolehkan kita
bereksperimen untuk mendapat manfaat lebih. Rasulullah saw sering meminta
pendapat dan musyawarah dengan sahabat kecuali urusan syariah beliau hanya
menyampaikan apa yang dari Allah SWT.
Allah memerintahkan karna ada kebaikan,
Allah melarang berarti ada bahaya,
Allah membolehkan berarti ada manfaat.
Umar bin Khattab mengambil tata cara penyusunan/akuntansi dari
Persia yang lebih maju. Urusan ilmu militer Muhham Al Fatih ingin rangcangan
terbagus dan itu ternyata buatan nonis, hal ini dibolehkan. Untuk ilmu sains
dan teknologi = bebas nilai. Tapi baiknya kita bisa mengungguli.
Memberantas Tahayul dan Khurafat
Tidak dterima sholat seseorang selama 40hr hanya karena baca
horoskop/ramalan, nonton acara dukun/paranormal walopun hanya iseng sesuai
hadits
Rasulullah saw bersabda: “ Barangsiapa mendatangi dukun paranormal
dan menanyakan sesuatu, lalu membenarkan apa yang diucapkannya, maka shalatnya
tidak diterima selama 40 hari”
Selain itu juga ada hadits lain menjelaskan ketika gerhana matahari
bertepatan dengan wafatnya Ibrahim putra nabi saw, lalu sebagian muslim
menyangka hal itu sebagai tanda kebenaran nabi, nabi saw justru
bersabda:”Gerhana matahari dan bulan tidak terjadi karena kematian atau
kelahiran seseorang tetapi keduanya adalah tanda-tanda kekuasaan Allah”
Mengenal Hadharah dan
Madaniyah
Hadharah (ideologi) adalah sekumpulan mufahim yaitu ide yang dianut
dan mempunyai fakta tentang kehidupan (bersifat khas). Misal dalam memangdang
kehidupan, bagi seorang muslim kita hidup untuk berbadah dan nantinya akan
dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT. Sedangkan bagi kaum nonis hidup ini
yaaa untuk having fun aja.
Madaniyah (benda fisik) adalah bentu-bentuk fisik dari benda-benda
yang terindra yang digunakan dalam berbagai aspek kehidupan (bersifat umum dan
khas). Madaniyah umum yaitu benda yang tidak ada kaitannya dengan agama
tertentu, misal hape. Sedangkan madaniyah khusus yaitu benda-benda yang ada
kaitannya dengan agama lain missal salib, topi yahudi, pura dll.
Ta’atsur dan Intifa’ ( terpengaruh & memanfaatkan)
Ta’atsur hanya boleh pada ideologi islam, sedangkan ideologi selain
islam dilarang missal feminisme, sekuliresme. Sedangkan Intifa’ hanya boleh
pada madaniyah umum saja, seperti hape meskiun buatan orang afir tetap boleh
dimanfaatkan.
Setiap Muslim Wajib
1. Mengkaji
tsaqafah islam untuk member arah bagi hidupnya di dunia dengan landasan
keimanan.
2.
Mengkaji
untuk diamalkan.
3. Mempelajari
sains dan teknologi yang diminati, dalam rangka beribadah kepada Allah SWT dan
diamalkan sesuai syariah demi pencapaian kualitas hidup material di dunia.

Komentar
Posting Komentar