Alhamdulillah diberi kesempatan mulung ilmu lagi. Awal Desember lalu Bibuk mengikuti kuliah di telegram bertema Mendidik Generasi Selamat Di Era Digital. Narasumbernya Teh Kiki Barkiah penulis 5 buku best seller seputar parenting. InsyaAllah nanti Bibuk tulis dibawah profil lengkapnya.
Sebagai calon ibu pasti ada kekhawatiran gimana metode yang tepat dalam mendidik anak di jaman gadget ini. Pengennya anak gak terpapar dulu dengan gadget tapi rasanya sulit lah.. mak bapaknya aja gak bisa lepas gadget, belajar dan kerjanya disitu.
Dan setelah mengikuti kelas ini, kekhawatiranku cukup mereda dan ada gambaran bagaimana membersamai anak yang tumbuh di jaman now.
Kekhawatiran pengasuhan anak di era gadget ini berawal dari dampak negatif yang ditimbulkan seperti: anak jadi kehilangan momentum belajar,bisa bermasalah disekolah karna kesulitan fokus, gangguan makan dan tidur, pola pikir dan perilaku terpengaruh lingkungan dunia maya yang penuh kepalsuan, tidak produktif dan kreatfitas terhambat karena menggunakan aplikasi yang minim manfaat, mengidolakan sosok yang tidak seharusnya, belum lagi bencana pornografi yang bagaikan narkoba pada mata merusak otak generasi muda penerus masa depan bangsa. Kalo udah kayak gini masa depan bangsa mau dibawa kemana???
Tapi kita juga nggak bisa benar-benar menjauhkan gadget dari anak, apalagi diera kecanggihan teknologi sekarang ini… bisa kudet dianya.. untuk itu sebagai orang tua harus bijak dalam mengenalkan gadget ini untuk meminimalisir dampak buruk.
Dengan apa?? Dampingi, awasi, dan batasi penggunaan gadget pada anak (antr mereka hingga usia 15tahun). Tanamkan keimanan pada diri anak supaya anak mampu membedakan mana yang baik mana yang buruk, mana yang layak ditonton mana yang tidak. Bentuk pola pikir anak bahwa gadget bisa digunakan dalam hal kebaikan yang bermanfaat didunia dan untuk meraih banyak pahala.
Dimulai dari mana?
Usia balita adalah usia keemasan dimana otak anak mengalami perkembangan 80%. Mereka akan mengamati dan meniru apa yang ada disekitarnya. Tugas kita sebagai orang tua yang memfilter agar diusia keemasan ini anak mendapatkan paparan-paparan yang positif untuk bekalnya dimasa depan. Sayangnya banyak orang tua yang mengambil jalan pintas dengan memberikan mainan atau tontonan dalam gadget supaya mereka bisa belajar dari situ dan sebagian orang tua memberikan gadget dengan maksud agar anteng dan gak rewel saat mak bapaknya riweh dengan kesibukan.
Dari materi kuliah ini aku baru paham ternyata anak usia 0-2tahun dikasih gadget pun sebenarnya otak mereka belum mampu memaknai gambar dan symbol dalam layar yang bentuknya pun tidak sama dengan dunia nyata yang mereka lihat. jadi mau ngasih gadget diusia ini gak penting banget sih yaaa… baru diusia lebih dari 2tahun mereka mulai bisa memahami tapi baiknya gadget tidak digunakan sebagai kegiatan mayoritas anak agar anak tidak diam menatap layar kaca saja. Ajak anak bersosialisasi dengan dunia nyata, bermain dengan orang di sekitarnya, bermain di alam supaya mereka mendapat lebih banyak kesempatan belajar. Usahakan dimasa keemasan kita maksimalkan melatih kemampuan sensorik, kemampuan memecahkan masalah, bersosialisasi, dan gadget hanya sebagai sarana belajar yang meningkatkan produktifitas.
Dan dari kuliah ini aku jadi ada bayangan umum membuat aturan gadget dalam keluarga nanti. Semoga di acc mas suwameh ^^
- Usia 0-2tahun no gadget, focus perkembangan anak, banyakin main, kenalin buku ‘be a reader mom’ sering-sering cerita nabi dll
- Usia 2 tahun pembatasan gadget dan hanya untuk games bermanfaat dan tontonan hikmah. Perbanyak main dan ajak ngobrol anak, ajak anak sosialisasi, main outdoor. kerjasama dengan orang sekitar untuk membatasi pemberian gadget pada anak kita.
- Ketika anak sekolah, tetap ada pembatasan gadget, mulai mengerucutkan minat dan bakat anak supaya mereka lebih focus dengan ikut lomba dll, wisata yang dilakukan untuk belajar.
Dan soal emaknya yang punya olshop, aku tercerahkan dengan artikel yang teh kiki share diakhir sesi diskusi. Tentang dampak positif negative berbisnis dari rumah dengan menfgunakan hape didepan anak. Intinya ketika kita kerja dirumah kita punya lebih banyak waktu untuk anak. Hal positifnya dalam hal agama, istri juga bisa ikut bersedekah walau hanya bekerja dari rumah, dampak positif lainnya anak akan tau kalo hape bisa digunakan untuk berbisnis, mereka bisa belajar dari sana, negatifnya ketika kita sibuk dengan hape dan anak sedikit rewel mungkin kita yang jadi mudah marah. Dan korbannya adalah anak… faktanya perkembangan anak hanya terjadi sekali seumur hidup dan tidak akan pernah terulang lagi sedangkan bisnis, ketika kita meninggalkannya, kita masih bisa mulai lagi. Toh rejeki Allah yang ngatur… sudah ada takarannya. Solusi lain saat bisnis kita ramai dan kita kesulitan handle, bisa didelegasikan ke orang yang kita percaya. Pahami bahwa anak adalah prioritas kita, asset kita dunia akherat. masyaAllah nangis dongg akuh… iya banget sih.. kita suka lalai kalo udah banyak orderan, berusaha fast respon. Padahal anak ini customer vvip kita lho..

(Template gambar cr. @nolila)
Semangat buat buibuk … semoga bisa mengaplikasikan dengan baik untuk membentuk generasi penerus bangsa yang selamat diera digital ini.
Komentar
Posting Komentar