Dipertemukan dengan buku yang masyaAllah memberi banyak banget pelajaran... Bahagia Mendidik Bahagia Mendidik oleh Ida S Widayanti.
Sebelum review bukunya, aku mau cerita sikit gimana pertemuanku dengan buku ini hhihi akhir November lalu aku mulai tergerak untuk searching seputar parenting dan waktu scroll sebuah hastag di IG nemu flyer kulwap dari Ibu Yulianti yang judulnya menarik perhatianku.
Jujur sebelumnya aku gak tau sama sekali tentang latar belakang narasumber ustadzah Ida S Widayanti… ternyata beliau salah satu coach di ESQ parenting, taukaan??!!! Sempet kepoin buku karya beliau ini dan yap ‘gak asing’ - pernah beberapa kali liat cover buku itu, tapi lupa entah di toko buku, olshop, atau postingan temen.
Ku japrilah bu Yuli kalo aku pengen ikutan kulwap tapi masih hamil dan ibunya welcome banget… setelah memenuhi SK, masuklah dalam grup itu. Diakhir kulwap bu ida menawarkan barangkali ada yang mau mendapatkan bukunya, dan khusus peserta kulwa ada harga khusus. Langsung dong ikutan keep dibantu ibu yulianti.
Eh suatu pagi pas penutupan kulwap ada pengumuman semacam doorprize gitu, refund uang buku yang diberikan untuk peserta terjauh dan tarraaa itu akuuu… alhamdulillah beneran gak nyangka… Surprisenya lagi pas paket sampai ternyata ada 2 buku yang datang. Buku Bahagia Mendidik Mendidik Bahagia dan Mendidik Karakter Dengan Karakter. MasyaAllah Alhamdulillah Jazakumullah Katsiran bu ida dan bu yuli….
Sebelum review bukunya, aku mau cerita sikit gimana pertemuanku dengan buku ini hhihi akhir November lalu aku mulai tergerak untuk searching seputar parenting dan waktu scroll sebuah hastag di IG nemu flyer kulwap dari Ibu Yulianti yang judulnya menarik perhatianku.
Jujur sebelumnya aku gak tau sama sekali tentang latar belakang narasumber ustadzah Ida S Widayanti… ternyata beliau salah satu coach di ESQ parenting, taukaan??!!! Sempet kepoin buku karya beliau ini dan yap ‘gak asing’ - pernah beberapa kali liat cover buku itu, tapi lupa entah di toko buku, olshop, atau postingan temen.
Ku japrilah bu Yuli kalo aku pengen ikutan kulwap tapi masih hamil dan ibunya welcome banget… setelah memenuhi SK, masuklah dalam grup itu. Diakhir kulwap bu ida menawarkan barangkali ada yang mau mendapatkan bukunya, dan khusus peserta kulwa ada harga khusus. Langsung dong ikutan keep dibantu ibu yulianti.
Eh suatu pagi pas penutupan kulwap ada pengumuman semacam doorprize gitu, refund uang buku yang diberikan untuk peserta terjauh dan tarraaa itu akuuu… alhamdulillah beneran gak nyangka… Surprisenya lagi pas paket sampai ternyata ada 2 buku yang datang. Buku Bahagia Mendidik Mendidik Bahagia dan Mendidik Karakter Dengan Karakter. MasyaAllah Alhamdulillah Jazakumullah Katsiran bu ida dan bu yuli….
Yuk marrieh kita mulai review bukunya, review ala aku yaaa hahaha
Informasi Buku
Judul: Bahagia Mendidik Mendidik Bahagia
Penulis: Ida S Widayanti
Penerbit: Arga Tilanta
Halaman: xxviii + 176 halaman
ISBN: 978-979-1328-71-5
Cetakan 8, Agustus 2018
Ini masuk salah satu buku yang gak aku lewatin sama sekali dari halaman pertama sampai akhir, dari kata pengantar aja udah menghipnotis. Rasanya kalo ada yang kelewat satu kalimat aja tuh emaaan banget hh Dalam buku ini terdapat 3 bagian, kekuatan bahasa, membangun kebiasaan, dan memetik hikmah. Setiap partnya ada sekitar 13-14 kisah berbobot yang dituliskan dengan ringan sehingga mudah dipahami dan diambil pelajaran. Dan disetiap kisah ada hightlight kesimpulan dan penjelasan hikmah / point of view ustadzah ida. Lalu di diakhir part ada tips-tipsnyaaa juga .. tips bijak memilih kata, tips membangun kebiasaaan positif, dan tips mendidik dengan bijak.
Ada 2 kisah yang berkesan banget di benakku.. saat pembaca diajak memaknai masa nifas dan surga ditelapak kaki ibu.
Mengapa ada masa nifas yang hampir 40hari? Adanya keringanan untuk tidak sholat bahkan melayani suami (ketika dihari biasa haram untuk ditolak). Ternyata itu adalah waktu untuk membangun bonding dengan sang bayi, konstentrasi mengurusnya yang baru mengenal dunia, khusus menerjemah dan memahami apa kemauannya. Karena dimasa inilah bayi membangun basic trust and mistrust pada orang disekitarnya. Jika program ini berlangsung tanpa gangguan, maka akan terbangun kepercayaan bayi terhadap ibu dan dunianya.
Lalu… Kenapa surga ada ditelapak kaki bukan ditelapak tangan, pelukan atau pangkuan ibu?? Telapak kaki adalah organ tubuh dimana seseorang membuat jejak perjalanan. Surga ada ditelapak kaki berarti surga ada dalam perjalanan ibu mengurus anak. Apakah langkah ibu membuat anak menemukan kebenaran dan ayat Allah SWT? Bisakah jejak kaki ibu mengantarkan anak ke surga? ‘Surga ada di telapak kaki ibu’ bukan sekedar tuntutan ibu pada anaknya namun lebih kepada kewajiban ibu agar langkah-langkahnya sejak kehamilan hingga sang anak baligh mampu mengantarkan anaknya ke surga.
MasyaAllah… dan benar Allah memang selalu punya konsep kehidupan yang indah.
Ohya… sepertinya ada sedikit kesalahan di paragraf akhir kisah flowers are red sama dengan kisah sebelumnya, anak percaya orang tua. Kayaknya gak sengaja ke copas sih hehe tapi gak mengubah makna kisah sama sekali kok…




Komentar
Posting Komentar