
Bismillah … persiapan bentang layar. Kini kami berada di zona 2 dari Pelabuhan Amarta untuk memilih kapal jelajah yang akan kita tumpangi menuju pulau cahaya. Kukira semua mahasiswa akan melakukan pelayaran bersama dalam satu kapal besar. Ternyata tidak. Dipandu oleh SahabatWI zona 2 Mba Hamidah Rina Mantiri, kami diberi kebebasan untuk memilih kapal mana yang akan kita tumpangi dengan merdeka belajar belajar merdeka.
Merdeka belajar merupakan kebebasan untuk menentukan apa yang ingin kita pelajari dan bagaimana cara mempelajarinya. Boleh memilih media dan gaya belajar apapun kecuali yang tidak boleh, yaitu diam. Setiap orang bebas berekspresi namun kebutuhan tak pernah bisa disamakan. Itulah kenapa kita diberi kebebasan memilih kapal jelajah sendiri, walaupun bisa jadi kita sendirian dikapal nantinya karena pilihan kita berbeda dengan yang lain. Mengutip kata dari Mba Hamidah
Jadilah diri sendiri, jangan hiraukan anggapan orang lain, jangan silau terhadap kesuksesan orang lain. Setiap orang selalu punya 0km nya masing-masing, sesungguhnya selalu ada langkah pertama dari setiap kesuksesan.
Mengulik metode pembelajaran di IP sejak tahun 2020 berupa gamifikasi, yaitu membuat pembelajaran yang asik dan menarik seperti game sambil bermain peran. Mahasiswa baru ’20 melewati masa orientasi di Foundation 9 dengan tema Bazar Ilmu kala itu. Setelah mendapat NIM kami mulai melakukan Perjalanan. Sambil menunggu waktu yang tepat untuk pelayaran, kami para mahasiswa baru transit di Trancity Pulau Harmoni, kawasan para wisatawan merefresh diri dengan adanya misi dan panggung ceria. Sertifikatpun sudah ditangan sebagai syarat masuk pelabuhan amarta, Sekarang tiba waktu untuk memulai pelayaran Samudra Matrikulasi Amarta… kami sudah berada di pelabuhan sejak Februari lalu menyiapkan perbekalan, kesiapan mental, dan menyimak setiap komando dari baruna dan sahabat widya iswara.
Tujuan dari matrikulasi adalah bersama berproses menemukan diri dan menjadi pribadi yang kita inginkan. Untuk itu, kita perlu mengevaluasi diri mana hal yang sangat urgent untuk dilakukan mana yang tidak. Lalu fokus pada ilmu apa yang kita butuhkan untuk mencapai apa yang kita targetkan. Agar pembelajaran kita tidak hanya sekedar mengikuti trend maka kita harus belajar bagaimana caranya belajar, dimulai dari
Suka dan Bisa
Menulis apa saja kegiatan kita seharian penuh lalu membuat kuadran aktivitas apa saja yang kita bisa dan kita suka menjalaninya.
Misalnya bibuk nih untuk aktivitas keseharian dirumah paling suka kalo menulis, belajar, bermain dengan anak, read aloud. Aktivitas yang bisa tapi gak suka-suka banget itu nyuci dan nyetrika wkwkwk ada juga aktivitas yang aku ngerasa suka tapi tidak bisa itu memasak, karena masih tinggal dengan ibu, jadi urusan perdapuran masih ibu semua yang handle.
Mulai dengan KM 0 tanpa FOMO
Mulai menentukan ingin jadi seperti apa kita.. pilah pilih lagi mana yang paling dibutuhkan, atau sekedar keinginan dan mengikuti trend. Tentu kita harus mengutamakan apa yang kita butuhkan agar tidak terjadi tsunami informasi. Tantangan yang dihadapi biasanya adalah kegalauan dan ketakutan.
Misalnya kita ingin mempelajari ini tapi kita lebih dibutuhkan atau dituntut tanggungjawab terhadap hal lain.
Seperti bibuk tadi suka memasak, ingin belajar memasak banyak menu, tapi kan jarang ada kesempatan didapur karena alasan tadi. Padahal menurut bibuk skill memasak sangat dibutuhkan sebagai ibu rumah tangga. Akhirnya bibuk jadi orang yang suka nonton video maska-masak tapi gak pernah eksekusi. Hehe jadi ini bukan hal yang urgent untuk saat ini.
Tapi ilmu islamic parenting sedang bibuk pelajari, ibuk suka belajar dan mengaplikasikannya ke Najib. Dan ini urgentnya bibuk untuk membersamai anak sesuai dengan apa yang Allah mau saat mengamanahkannya.
Strong WHY
Menggali lebih dalam mengapa kita ingin mempelajari itu. Sebesar apa kita butuh ilmu ini? Kaitan utamanya dengan core value diri sendiri dan keluarga.
Kenapa ilmu ilamic parenting sangat bibuk ingin untuk pelajari? Karena bibuk ngerasa fakir ilmu sedangkan tugas dan tanggungjawab mendidik anak amatlah besar. Ingin menjadi orang tua yang membersamai serta mengarahkan tanpa memaksa dan menuntut.
5W +1H
What : Apa yang ingin kita pelajari?
Who : Dengan dan pada siapa kita belajar?
Why : Mengapa ingin belajr ini?
When : Mau mulai kapan? Rentang waktu berapa lama? Kapan harus break?
Where : Diimana kita belajar? Menggunakan media video, buku, podcast, kuliah online?
How (Feel) : Bagaimana perasaan kita jika melakukannya? Apa hanya sekerdar kepo? Atau memang butuh?
PRINSIP I CAN
Intellectual curiosity, keingintahuan terhadap suatu ilmu, yang membuatnya aktif (strong why)
Creative imagination, menjadi kreatif dan tidak membatasi ilmu
Art of Discovery, terampil mencari sumber belajar
Noble attitude, ilmu yang didapat menjadi perbaikan diri (akhlak mulia)
MasyaAllah materi kali ini jleb sekali. Terima kasih Mba Hamidah dan IP🙏 Bersiap untuk misi 3 💪😁
Komentar
Posting Komentar