Ketika ditantang untuk menulis tentang cinta, ingin ku-tuangkan semua rasa yang membuncah .. untuk anakku sayang, Najib Faqihuddin Alim. I Bucin You, Naakk 😂
Cinta? Tak ada makna yang pasti. Tanpa tindakan ia tak bermakna apa-apa karena ia hanya sebuah kata. Cinta adalah terus ingin melihatmu bahagia.
Bulan ini genap satu tahun usiamu. Sudah banyak kebisaanmu sayang..
Bantuin Bibuk beres-beres mainan, meskipun belum rapi, buku campur mainan, gapapa, sudah hebat. Alhamdulillah
Menyiapkan bantal sebelum tidur, masyaAllah pinternya.
Asik dengan buku, membolak-balik, menunjuk gambar, ngoceh sendiri.
Srimulat. Suka ngambil hape tenonenot (hp nokia jadul) mbah dan yai, acting lagi nelpon tapi telponnya di taruh di belakang kepala. Atau pake hape ibuk, pura-pura video call, hapenya di tempelin di wajah hahah.
Manja. Minta pijit, tapi kamu juga sering mijitin semua orang sih aaah masyaAllah pinter. Kadang ngalem nih kalo ada maunya, suka cium-cium ngerayu biar diturutin, tapi sering nangis jugak sih. Nagis tanpa air mata kekeke
Makin lancar belajar jalannya, tuntun terus dari teras ke belakang bahkan jalan di jalanan kampung. Lebih dari 50meter deh kalo udah nyereng gandeng tangan ngajak jalan.
Mau salaman, ramah senyum, suka SKSD sama teman baru, ini kalau mood lagi baik hehe
Udah sering nanya sambil nunjuk “Poiki?” (akronim Opo iki? Bahasa jawa dari Apa ini?)
Petik bola makin jago, masukin bola ke gawang bisa, masukin ke kardus bisa. Tahapan selanjutnya kita sortir warna ya nak..
Alhamdulillah MasyaAllah. Bagi orang lain mungkin hal-hal ini sudah biasa. Tapi Bibuk yang membersamaimu , tau tahap demi tahap tumbuh kembangmu bikin Bibuk terkagum-kagum setiap harinya.
Hari ini Bibuk baca quote yang bagus sekali,
Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau. Sampai kita kadang terlupa bahwa halaman kita sebenarnya gak butuh rumput, tapi paving block. - Dr Pinan
Ibuk bersyukur sekali memilikimu naak. Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah. Dengan lahirnya kamu, Bibukpun terlahir menjadi seorang Ibu. Amanah dan tanggungjawab baru. Membersamaimu, mendidikmu, membahagiakanmu.
Naak… mungkin cara kami menyayangimu, menspesialkanmu, melindungimu, mendidikmu, berbeda dengan yang lain. Tidak ada mainan mahal, tidak ada gadget, belum bisa mengajakmu ke banyak tempat yang indah. Setahun ini, kita banyak menghabiskan waktu main sama keluarga di rumah, di pasir-pasir, di tambak. Mari kita terus bersama, bermain dan bercanda. Membuat memori-memori indah.
Adakalanya Ibuk goyah ingin memanjakanmu ini itu. Tapi Ibuk tersadar, bahwa sekarang belum saatnya, gak mau aja kalau apa yang kami orang tuamu lakukan menjadi sia-sia dan bahkan menimbulkan sesal.
Tumbuh dan berkembanglah selalu dengan baik, menjadi anak sholeh bertaqwa yang takut akan Tuhanmu nak, Allah. Semoga kamu pun merasakan bahwa kamu dicintai, disayangi, dan dihargai. Anak lanangkuh.. cintakuh..
.jpg)
Komentar
Posting Komentar