Langsung ke konten utama

NOBAR FILEM SEJAUH KU MELANGKAH

Sudah berbinar-binar mau sharing insight yang aku dapat setelah menonton film Sejauh Ku Melangkah karya Bu Ucu Agustin.

Pagi kemarin, seperti sudah digariskan. Si anak bayik yang biasa gak tidur pagi ee ini kok lelap banget. Ibuknya ada kesempatan hapean bentar. Buka FB, postingan yang pertama muncul adalah fanpage Ibu Profesional yang mengajak nobar film ini di zoom. Nobar? Film Indonesia? Aah enggak ah… *bibuk nih udah uwu banget sama drakor, jadi gak ngikutin perfilman Indonesia* akhirnya skip.

Deg.. kok tiba-tiba ada rasa kepo.. kalo Ibu Profesionl yang ngeshare pasti filemnya memang bagus dan banyak pelajaran. Balik scroll lagi ke atas, dan baca caption sampai selesai. Jadi, nobar ini dalam rangka persiapan Liga Film Kekuarga dan Gerakan Ibu Inklusif, salah satu program dalam Semesta Karya untuk Indonesia yang dicanangkan Ibu Profesional (please cmiiw)

Jujur, aku masih nyari dulu makna inklusif itu apa karena baru akhir-akhir ini dengar. Maafkan maemak yang baru keluar dari dungeon ini ya heheDan suami bilang “inklusif kan lawan kata eksklusif” Oh iya ya wkwkkwk

Tepat pukul 7 malam, Allah beri kemudahan bisa mengikuti live dari awal hingga akhir karena anak yang sekali lagi entah kenapa tidur lebih awal. Bersama lebih dari 400 peserta zoom dari penjuru Indonesia bahkan dunia. MasyaAllah

Ini pengamalan pertama melihat film dengan konsep seperti ini. Jadi dalam film dokumenter berdurasi 40 menit tersebut dilengkapi teks bahkan setiap gambar dan latar disuarakan. Sempet kaget kirain ada suara dari salah satu peserta yang nonton. Tapi ternyata ini memang konsep film yang ramah tuna netra dan tuna rungu. Jadi mereka bisa menikmati filem bersama seperti kami.

Sebelum dan sesudah nonton, kami disodori quisioner pendapat kita tentang inklusif di Indonesia. Daaan jawabanku berbeda banget antara sebelum dan sesudah nonton.

Hal yang sebelumnya tak pernah terlistas dipikiran, mungkin karena belum pernah menjumpai salah satu dari mereka, atau justru mereka menjauh karena tanpa sadar kami telah membuat garis atau bahkan tak pernah menganggap mereka ada, Astaghfirullah… Astaghfirullah.. Astaghfirullah….

Dari film ini aku mendapat banyak sekali wawasan baru.

Kita hanya perlu membiasakan untuk saling bersama, mereka tidak ingin dikasihani, apalagi dispesialkan. Mereka hanya ingin disetarakan. Difasilitasi untuk bisa ikut andil bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik

Tentang sekolah misalnya, kenapa harus di sekolah khusus?

Di luar negeri ternyata gak susah kok menyatukan anak-anak normal dengan anak berkebutuhan khusus. Cuma memang aplikasi pengajarannya sedikit berbeda. Juga suana sekolah yang memang sangat ramah terhadap difable.

Belum lagi banyak peraturan yang membeda-bedakan kami, antara normal dan tuna netra.

Inilah kenapa inklusif harus digaungkan. Fyi makna inklusif adalah memposisikan dirinya ke dalam posisi yang sama dengan orang lain atau kelompok lain sehingga membuat orang tersebut berusaha untuk memahami perspektif orang lain atau kelompok lain dalam menyelesaikan sebuah permasalahan.

Lingkungan mereka tumbuh pun menentukan kepribadian mereka. Dibutuhkan support system kuat dari keluarga dan lingkungan agar mereka bisa percaya diri, mempunyai mimpi yang tinggi, dan mandiri berusaha mencapainya.

Seperti Salsa dan Dea, 2 sahabat tuna netra dalam film Sejauh Kumelangkah. Salsa tinggal di Indonesia dan Dea di Amerika. Cerita mereka tentu sangat berbeda. Namun keduanya sama-sama punya impian besar. Sekarang Mba Salsa kuliah di UNJ jurusan Pendidikan Luar Biasa, ia ingin menjadi pengajar matematika. Sedangkan dea, dia ambil Political Science. Apa yang kita lakukan dulu saat seusia mereka?? Kita sibuk tentang pr, main, dan hobi lain. Mereka berjuang untuk bertahan, melatih kemandirian, punya tekat kuat untuk menggapai mimpi.

Dan untuk bu Ucu Agustin, terima kasih sudah mempersembahkan film dokumenter sebagus, seharu semenginspirasi ini. Karya-karyamu sungguh berdampak besar buu.. Semoga semakin banyak yang nonton dan sadar akan kesenjangan yang ada.

Yang penasaran dengan filmnya bisa mengajukan nobar ke websitenya yaa www.sejauhkumelangkah.com

Komentar