
Alhamdulillah bulan lalu tepatnya 19 Februari 2021 Bibuk berkesempatan mengikuti salah satu event kulwap dari kiddosbooks.id bertema Menumbuhkan Minat Baca Anak dengan Read Aloud bersama mba Resa Karimah. Beliau juga mengijinkan ilmunya di share lho, MasyaAllah… Sekalian disclaimer yah semua foto dan materi bersumber dari kulwap tersebut. Terima kasih mba semoga ilmu yang dibagikan mendapat balasan terbaik dari Allah swt. Aamiin…
Membersamai Najib membaca buku sudah menjadi rutinitas bibuk setiap harinya semenjak Bibuk dan Abah sepakat mengenalkan buku sejak dini ke anak. Dan tentu setelah mengikuti kelas seperti ini, selalu ada insight baru.
Pertama kali mendengar istilah read aloud di kelas parenting ketika bibuk masih hamil Najib, kala itu pemahaman bibuk hanya sebatas membacakan buku ke anak yang otomatis dibaca dengan suara keras. Kemudian di kelas mendongeng, juga ada sedikit intermezzo mengenai read aloud. Ternyata read aloud ini bisa jadi pancingan untuk anak cinta dengan buku dan meningkatkan bonding keluarga.
Pas tau ada kulwap yang membahas secara khusus tentang read aloud Bibuk gercep langsung registrasi. Btw sudah lama sekali bibuk ndak mengikuti kulwap parenting. Jarang buka hape sekalinya buka hape ya ngecek orderan wkwkwk dan disinilah bibuk baru paham kalau read aloud ada seninya, ada tahapannya. Inilah alasan kenapa bibuk gak buru-buru nyalin catatan di blog karena mau mengaplikasikan dulu biar tau sebelum dan sesudah mempraktekkannya.
Fakta Literasi di Indonesia
Programme for International Student Assesment (PISA) adalah sebuah program yang diikuti oleh Indonesia untuk mengukur 3 bidang kemampuan pada siswa SMP yakni matematika, sains, dan reading (literasi) yang dimana bidang-bidang tersebut merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki manusia.
Penelitian ini dilakukan oleh Organisation for Economic Co-Operation and Development (OECD) yang bertujuan untuk mengevaluasi pendidikan, semakin tinggi tingkat pendidikan harusnya manusia lebih sejahtera. Penelitian ini dilakukan setiap 3 tahun sekali, Indonesia sudah mengikuti sejak tahun 2000 dan terakhir pada 2019 Indonesia menduduki peringkat 72 dari 79 negara.
Hasilnya menunjukkan bahwa
- Kemampuan baca siswi rendah
- Skor matematika dan sains dibawah rata-rata
- Mengalami trend penurunan kemampuan
- Presentasi capaian masih rendah
Sudah 18 tahun lho ini dan belum ada perubahan. Mari saling introspeksi apa yang perlu dibenahi.
Fakta Membaca
Belajar membaca berbeda dengan belajar bicara atau jalan yang memakai insting sedangkan membaca perlu perencanaan
- Belajar membaca pelajaran hidup yang kompleks
- Belajar membaca tidak terjadi dengan sendirinya
- Belajar membaca perlu perencanaan bagian-bagian keterampilan dari membaca.
Sekompleks apa sih belajar membaca?? Bagian-bagian apa saja yang ada ketika membaca?
- Pengetahuan abjad: macam-macam huruf abjad yang ada 26
- kesadaran fonem: istilah linguistik yang merupakan satuan terkecil dalam sebuah bahasa yang masih bisa menunjukkan perbedaan makna. Fonem berbentuk bunyi. Fonem ini lebih banyak dr huruf abjad.
- Kosa kata: sebagai modal dasar untuk berbicara.
- Kelancaran
- Pemahaman: kemampuan menangkap pembahasan isi dalam buku.
Ada fase dimana anak mempersiapkan diri untuk membaca, ndak mungkin ujug-ujug diusia 6-7 bisa menggabungkan semuanya.
Belajar membaca harus dalam suasana yang menyenangkan. Karena manusia menyukai hal yang menyenangkan. Sampai akhirnya ada pada titik yg disebut dengan “reading for pleasure” yaitu kegiatan membaca yang dilakukan karena kesadaran diri sendiri untuk mendapatkan kenikmatan dari membaca.
Read Aloud
Nah awal dan satu hal yang membuat anak senang membaca adalah “Read Aloud” Membacakan Nyaring kepada anak.
Read Aloud adalah kegiatan membacakan buku atau bacaan lainnya dengan bersuara, lalu dilakukan terus menerus sehingga memberikan dampak hebat yaitu terbiasa mendengar, mau membaca, dan akhirnya membaca serta gemar membaca
The Read Aloud Handbook – Jim Trelease
Anak-anak akan terbangun kosa katanya karena kita perkenalkan. Jadi walaupun ada kosa kata yang baru biasanya anak akan mengerti karena ada konteksnya.
Anak yang terbiasa mendengar kosa kata maka akan memunculkan daftar kosa kata baru sehingga terbangun kemampuan pendengaranganya, selanjutnya anak bisa berbicara-berkomunikasi karena modal kosakatanya bertambah, kemudian terlatih untuk menulis sampai akhirnya bisa menulis.
Mengapa anak penting mengetahui kosa kata? Karena anak tidak mungkin menyebutkan kosa kata kalau sebelumnya belum pernah mendengar kata itu.

Ingat bahwa usia 0-8 tahun anak belajar melalui telinganya. Ini kesempatan emas.
Lalu kapan mulai read aloud??? Lakukan sedini mungkin. Pada usia 0 tahun bahkan bisa saja dalam kandungan, ketika pembentukan pendengaranya sudah tercipta.
Ini dia beberapa manfaat Read Aloud. Bisa dibaca yaa
Ketika lahir otak bayi terdiri dari jutaan serabut yang belum saling terhubung sehingga diperlukan rangsangan untuk menyambungkanya. Naahh membacakan nyaring merupakan salah satu bentuk rangsangan yg bisa dipraktikan sejak bayi
Perbedaan Read Aloud dan Mendongeng

Read aloud dan dongeng berbeda cukup jauh dari segi alat bantu, unsur, penghafalan, praktik, bahkan manfaatnya.
Proses Read Aloud
Ada 4 proses dalam tahapan membaca nyaring

1. Persiapan
Merencanakan tujuan membaca dan mengetahui tahapan membaca anak (perjenjangan buku)
- Meningkatkan minat dan kemampuan membaca dengan mempertimbangkan aspek pedagogik dan psikologis
- Menumbuh kembangkan budaya literasi melalui buku bacaan yang berkualitas serta tepat guna sehingga memberikan pengalaman yg menyenangkan
- Menjadi acuan penyusunan daftar buku yang direkomendasikan untuk dibaca oleh pembaca sasaran.
- Pilih buku yang sesuai. Maksudnya sesuai kemampuan baca anak, yaitu isi buku baik untuk anak dan untuk orangtua, isi sesuai dengan psikologi perkembangan anak, format buku, bahasa
- Lakukan prabaca dan baca ulang dengan tujuan: mengetahui jalanya cerita, mengetahui letak tanda baca sehingga memungkinkan agar lebih siap untuk mengatur intonasi dan jeda pada setiap bacaan, mengantisipasi pertanyaan yg muncul, melakukan prediksi atau mengaitkanya dengan hal tertentu
- Siapkan pertanyaan sebagai bahan diskusi
- Melatih diri agar ketika Read Aloud ada intonasi suara dan gerak tubuhnya
2. Awal
Bismillah dimulai dengan mengenalkn buku yang akan dibaca
- Percakapan pembuka, misal “Dek, alhamdulillah nii ibu punya buku baru. Kita baca sama-sama yukk”
- Tunjukan sampul: lakukan gambaran singkat ttg cerita, lakukan prediksi, telusuri setiap gambar yang ada dalam sampul
- Sebutkan judul, pengarang, ilustrator agar anak tahu bahwa buku yang dibaca itu ga ujug-ujug ‘tring dateng turun dari langit tapi ada prosesnya ada orang yang membuatnya sehingga lebih bisa menghargai karya orang lain.
- Gali pengetahuan latar dan pengetahuan umum anak
- Mulailah menyusuri ilustrasi
- Bacalah semenarik mungkin
3. Saat

Ini merupakan tahapan inti
- Bacakan dengan intonasi dan ekspresi
- Menunjuk setiap kata yang dibacakan
- Perhatikan setiap tanda baca
- Baca dengan kecepatan normal
- Bantu anak mendengar dan merasakan cerita yang mengalir
- Berhenti sejenak untuk menjelajahi perhalaman dengan pelan.
- Lakukan interaksi, minta anak bertanya tau mengajaknya berdiskusi
- Ajak anak mengungkapkan secara lisan apa yang ia dengar dan pikirkan.
Read Aloud bukan menyeleseikan satu buku tapi menikmati proses. Kalau anak bertanya tentang isi buku ketika dibacakan gapapa, dijawab aja.
4. Setelah
Di tahap terakhir ini kita melakukan diskusi dengan anak. Baik diskusi di dalam buku ataupun di luar buku.
- Minta anak mengajukan pertanyaan
- Jika tidak, ajukan pertanyaan balik
- Minta anak menceritakan kembali isi buku yang ia pahami dengan bahasanya sendiri
- Letakkan buku di tempat yang mudah dijangkau anak-anak
Komentar
Posting Komentar