Langsung ke konten utama

MANFAAT MEMBACAKAN BUKU PADA ASPEK PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI


Bibuk akan sharing tentang pengalaman bibuk mengenalkan dan membersamai Najib membaca buku. Dan ternyata impactnya besar sekali, ada banyak manfaatnya lho..

Eh iya sebelumnya disclaimer dulu, Bibuk bukan ahli parenting, hanya penikmat buku dan pembelajar di kelas -kelas online tentang pola pengasuhan lalu menerapkannya. Meminjam kata Bu Septi founder IP.

Ibu itu tonggak peradaban, jadi gak bisa asal-asalan.

Ibu itu berlian, harus dipoles dengan terus belajar terus upgrade diri agar bisa mempertanggung jawabkan amanah dengan baik

 Waktu Bibuk beliin buku Najib, banyak yang ngetawain sih awalnya… kan belum bisa baca kenapa dibeliin buku? Ada juga yang kasian, masih kecil udah dikenalin buku, bisa-bisa diusia sekolahnya nanti dia bosen dan gak mau baca buku. Hmmmm…

Sebenernya kita mengenalkan buku ke anak bayik bukan untuk memaksanya bisa membaca. Tapi ini jadi salah satu media untuk meningkatkan bonding kita . Dan Bibuk lihat dari pengalaman buibu yang lain justru ketika dari kecil sang anak sudah dikenalkan dengan buku, diusia sekolah mereka sudah enjoy bahkan membaca buku menjadi kegiatan mengasikkan.

Kok bisa? Karena mereka sudah cinta. Dulu pun Bibuk sedari kecil sudah dibiasakan Abah berteman dengan buku. Kala itu buku yang murah dan paling mudah didapat yaaa buku cerita fabel hitam putih yang bisa diwarnain. Dan sampai sekarang buku tetap jadi favorit walaupun sudah ada hape. Baunya itu loh… ngangenin haha

Supaya anak bisa cinta dengan buku, kita sebagai orang tua harus mengenalkan dengan cara yang asik, seru, dengan mata berbinar-binar. Nanti kalo misal masih ada waktu akan bibuk tunjukkan read aloud Bibuk ke Najib.

Najib mulai kepo dengan buku itu usia 3 bulanan, karena di tempat tidur sering ada buku Abah atau Bibuk keleleran belum diberesin hahaha Dia bolak balik aja alhamdulillah gak nyob-k juga gak diemut. Bibuk sengaja tidak membelikan buku bantal, padahal sempet masuk wishlist pas hamil hehe karena Bibuk ada proyek antologi dan harusnya ketika Najib lahir buku sudah dilaunching. Qadarullah masuk awal pandemi, dan ada pembatasan jam kerja yang imbasnya ke percetakan butuh waktu lebih lama, akhirnya buku itu launching waktu Najib usia 5 bulan. Nah dari sinilah aktivitas membacakan buku Najib secara konsisten setiap hari dimulai. Satu hari satu judul. Anaknya mau loh dipangku sambil dibacain buku… 

Baru akhir tahun kemarin waktu ada diskon besar-besaran 12.12 harbolnas di salah satu market place, Bibuk membelikan beberapa buku di Mizan. Beli 3 buku gratis satu. Gapap lah beli buku emang gak harus mahal. Asal tidak menyalahi nilai dan norma yang berlaku di keluarga. Bahkan print dari e-book juga bisa kok.. yang penting menjadikan kegiatan membacakan buku jadi rutinitas, mininal 10 menit sehari. Sekarang ini  sih bisa lebih dari 10 menit. Karena Najib bisa tiba-tiba ambil buku dan nyodorin ke bibuk minta dibacain.  Hehe

Manfaat yang bibuk lihat dari Najib yaaa kalo dilihat dari aspek perkembangannya

  1. Motorik, hubungannya dengan koordinasi otot, urat saraf, dan saraf pusat. Dengan membolak-balik halaman demi halaman itu termasuk melatih kemampuan motorik halusnya lho… dan karena buku yang Najib punya tipe boardbook jadi sering dia susun, diangkat sambil joget-joget. Dia juga mau beresin bukunya sendiri dan menata di rak. Yang lucu pernah kan suatu kali Bibuk bantu rapikan rak bukunya. Bibuk susun bukunya tuh berdiri. Eh disamperin dong sama dia, di turunin bukunya dan ditata ulang, posisi tidur ditumpuk gitu lho… entah kenapa dia gak suka kalo posisinya berdiri berjejer 😂
  2. Kognitif, hubungannya dengan otak dari cara dia mengamati, menganalisa, mendefinisikan, meniru, mengevaluasi sesuatu. Kayak misalnya oh ada kotak tertutup kain itu ka’bah, oh ini gambar orang sedang berdoa, lali bibuk jelasin ini orangnya selesai sholat, dzikir, lalu berdoa. Dia mempraktekannya. Anaknya juga bisa membedakan beberapa macam hewan. Oh kalo hewan gajah itu bentuknya seperti ini, kucing seperti ini, burung seperti ini. Jadi misal lihat hewannya langsung atau video dia paham oh ini hewan ini yang ada di buku. Atau kalo Bibuk nyanyi Nabi-Nabi biasanya dia akan lari ke rak bukunya dan ambil buku tentang Nabi-Nabi.
  3. Aspek bahasa, membacakan buku akan merperkaya perbendaharaan kata baru ke anak.
  4. Aspek sosial emosional, ini kalo kami merasakan lebih ke bonding keluarga sih untuk anak seusia ini. Ada cerita menarik waktu Najib ke Tuban kumpul keluarga besar disana. Dia tuh kabur-kaburan kalo disapa sama Bude dan sepupunya. Bukan malu tapi anaknya emang gak mau diem gituloh.. belum nyaman. Nah pas abah ngeluarin buku langsung dia diem dan mau baca bareng sama sepupu-sepupunya. Sering juga kalo ada sepupu dateng dia langsung ambil buku-bukunya dan ngajak baca dan mainan buku.

Jadi kalo ada yang bilang mengenalkan anak dengan buku itu anak jadi pasif cuma duduk diem itu salah besar yaa… selain itu Najib mau beresin bukunya sendiri. 

Pernah nyobek buku? Pas gede ini pernah tapi Bibuk bilang “Buku itu dibaca, kalo disobek nangislah bukunya.. tak nampak indah lagi. Gak bisa dibaca.” Proses sih… memang harus disounding terus. Dan sekarang alhamdulillah udah gak pernah sobek lagi. Bisa disiati kasih kertas bekas sih karena menyobek juga masuk ke aspek motorik.

Karena sudah merasakan dan melihat manfaatnya sendiri, Bibuk jadi makin semangat ngajak temen-temen mengenalkan buku ke anak sejak dini. Gak selalu mulus.. masih banyak yang menentang bahkan mengunggulkan gadget. Semoga keiinginan Bibuk emmbuat perpustakaan mini di rumah nantinya bisa tercapai. Aamiin….

Komentar