Alhamdulillah minggu malam dapat kesempatan belajar kembali di kelas kidokkiolane. Narasumber kali ini Ummu Zahrani dengan tema Permainan Anak Usia Dini Sesuai Syariat Islam. Kelasnya free dan mungkin karena Bibuk daftarnya sudah mendekati hari H, jadi bibuk masuk di kelas relay nyaa..
*Kelas relay itu kelas tambahan dimana narasumber tidak hadir di kelas tersebut, beliau hanya ada di kelas utama, namun apa yang disampaikan oleh narasumber direlay oleh moderator ke kelas tambahan. Untuk sesi tanya jawab insyaAllah fair karena biasanya materi sudah diberikan oleh moderator dan pertanyaan sudah terkumpul sebelum narasumber masuk kelas. (Tolong dikoreksi pabila kurang tepat)
Profil singkat Ummu Zahrani, beliau certified early chilhood education, Ummu penulis buku suamiku surgaku, founder laskar kreatif muslimah, juga head of zahrani media. MasyaAllah yaaa…
Dan inilah resume yang bibuk tulis dari kelas tersebut.
Yang termasuk usia dini adalah anak usia 0-8th (golden age), usia dimana anak sedang dalam proses perkembangan pesat dan fundamental bagi kehidupannya. Pada usia ini juga anak lebih dominan bermain. Dan dengan bermain bisa jadi ajang untuk belajar yang efektif.
Permainan dimaknai sebagai alat dalam kegiatan bermain yang menjadikan kegiatan tersebut menarik dan berkesan.
3 permainan yang disunnahkan dalam Islam diantaranya berkuda, memanah, dan berenang. Begitu banyak permainan yang sering kita temui, peran orang tua memfasilitasi dan memantau permainan apa saja yang boleh dan yang harus dihindari sesuai syariat.
Hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan mainan ke anak
- Menggunakan bahan yang mudah didapat
- Memilih mainan yang awet
- Mudah dalam pemakaian serta menambah kesenangan anak untuk bereksperimen dan bereksplorasi
Penting! Untuk menghindari mainan yang menyerupai makhluk bernyawa baik itu dalam bentuk gambar maupun boneka.
Kegiatan bermain yang harus dihindari yang mengandung unsur berikut :
- Berbahaya
- Menampakkan tubuh
- Menipu orang
- Mengadu
- Judi
- Menghina
- Berlebihan
Bagi anak usia dini, bermain memiliki banyak manfaat
- Mengenalkan nilai agama dan moral
- Melatih fisik motorik
- Mengembangkan kemampuan Kognitif
- Mengembangkan kemampuan bahasa
- Meningkatkan kemampuan sosial emosional
- Bernilai seni
Ringkasan sesi tanya jawab bibuk catat intinya, boleh atau tidak dianjurkan karena sebab tertentu dan bisa dialihkan dengan permainan lain
- Permainan dadu (❌) jaman dulu dadu identik dengan perjudian, pengundian. Nah di jaman Nabi saw ini dilarang. Jika memang tujuannya untuk melatih kejujur bisa dengan permainan lain seperti congklak, main jual-jualan buah dan masih banyak lagi alternatif lainnya
- Boneka hafidzah (❌) bentuknya sangat menyerupai manusia dan mengeluarkan suara, memiliki boleh, tapi dibuat mainan jangan, cukup didengarkan, sedangkan untuk membaca dan hafalan tetap bersama orang tua.
- Humming (✔) Momong sambil bersenandung.
- Bermain mainan lawan jenis (✔)
- Miniatur hewan (❌) alternatifnya bisa lihat di kebun binatang secara langsung
- Role playing (✔) jadi pasien sakit, kan bohong yaa.. tapi dibolehkan.
- Sosialisasi (✔) sosialisasi itu harus, cuma kita kuatir terpapar hal buruk diluar, untuk itu tetap harus dibatasi, diawasi untuk anak usia dini.
Bermain pada anak usia dini menjadi kebutuhan yang wajib dipenuhi. Kita sebagai orang tua dan orang dewasa disekitarnya harus kreatif dalam menyediakan permainan dan membersamainya bermain.
Setelah kulwap bibuk sharing nih ke abah. Kalo kata abah :Semua permainan boleh, asal tidak melalaikan dan tidak mengajarkan nilai-nilai yang salah.”
Bibuk setuju sih, nambahin aja setiap permainan yang kita kenalkan ke anak hendaknya kita pertimbangkan terlebih dahulu baik buruknya, tujuan dan manfaatnya apa. Ketika ada yang jauh lebih bermanfaat ya harus dooong beralih ke permainan alternatif yang lebih bermanfaat. Bukan begitu pak suwameh?! 😁 Alhamdulillah kami sefrekuensi ihihiw…
Nyatanya setelah menjadi orang tua pun kita harus terus belajar, yang kemudian ilmu ini kita praktekkan sebaik-baiknya kepada anak. Seperti kali ini, mengajak bermain anak pun gak bisa sembarangan, ada ilmunya.
Anak itu amanah dari Allah, yang nantinya dimintai pertanggungjawaban atas pola kita dalam merawat, menjaga, dan mendidiknya. Atas ijin Allah juga, anaklah yang akan memberikan banyak manfaat bagi kita ketika di dunia maupun kelak di akhirat.
Semangat pakbapak buibuk membersamai anandanya 😍
Komentar
Posting Komentar