Alhamdulillah berkesempatan mulung ilmu lagi di kelas persiapan KLIP bersama Teh Shanty Dewi Arifin (Ibunya KLIPers nih). Di kelas kedua ini kita membahas tentang Mengenal Free Writing - Rahasia Menulis Menyenangkan dan Tanpa Beban.
Menulis adalah proses berkarya. Namun dalam prosesnya ada kendala yang sering kita jumpai. Adakalanya udah diniatin mau menulis eee tiba-tiba anak nangis.. mau lanjutin lagi dah buyar semua tulisan. Kadang bingung mau nulis apa lagi, mau ngembangin ide malah buntu. Apalagi di KLIP tuh ada batasan minimal 300 kata per setoran dengan minimal 10 setoran per bulan. Untuk orang belum terbiasa menulis tentu beban banget yaa 'kek mana ini, mau nulis apa lagi??'
Nah solusi dari semua itu, kita coba menerapkan Free Writing. Apakah itu dan bagaimana konsepnya?
Free writing adalah menulis tanpa beban. Bebas menuangkan apapun yang ada dipikiran kita dalam bentuk tulisan.
Ohya.. materi ini memang awalnya diperuntukkan untuk member KLIP agar bisa semangat menulis semangat setoran. Bisa dibilang ini belajar menulis untuk pemula. Berikut ini adalah catatan saya dari apa yang Teh Shanty paparkan.
Sebelum menginjak ke bahasan utama, kita urai dulu urgensi mengapa kita harus menulis, beberapa diantaranya
- Menyampaikan informasi
- Bentuk komunikasi
- Menyimpan kenangan
- Terapi dan healing,
- Menyalurkan imaginasi
- Mengurangi kepikunan dll
Beberapa hal yang bisa jadi beban ketika menulis:
- Merasa waktu terbatas karena kesibukan dengan rumah dengan anak atau bahkan kitanya yang suka mengulur, nanti dulu deh.. besok aja deh akhirnya gak kecandak dan bablas.
- Kesulitan mengembangkan ide. Udah punya topik yang akan dibahas, udah dilist, tapi perlu riset dan sebagainya, males melanda
- Adanya tuntutan tulisan harus menarik dan nyaman dibaca
- Ingin dibaca banyak orang tapi malu/takut dikomen kalo salah, drop shay
- Adaptasi dengan hal baru, membiasakan untuk menulis.. kalo dipikir emang berat lho... konsistennya itu susah, bisa jadi hari ini nulis panjang lebar besok gak mood hahaha
Prinsip dasar free writing
- Sediakan waktu 15 menit perhari
- Gunakan metode menulis cepat, menulis apapun, isi hati semisal.
- Membuat tulisan tidak dibaca orang lain, jadi lebih pede
- Tanpa aturan, gak peduli.. tulis apa aja yang ada di otak. nulis aja satu topik/banyak topik/isi kepala dan hati dan gak mikirin aturan apapun
Penggunaan Free Writing
- Mengenali diri : waktu menulis, cara menulis
- Ketenangan jiwa : curhatan dan menganalisis emosi kita
- Mengembangkan draft,
- Brainstorming ide,
- Latihan menulis,
- Mengatasi writer blok
Praktek pembiasaan free writing
Disiplin 15 menit perhari >> pasang alarm/timer >> mulailah menulis
udah titik! gak pake nanti...
Perlunya target bertahap
- Sesuaikan target dengan kebutuhan dan kondisi
- Buat perencanaan 100 hari (14 mingguan)
- Bertahap mulai dari 15 menit - 30menit - 45menit- 1 jam
- Mulai dari 300 - 500 - 1000 kata
- Menulis untuk diri sendiri - menulis 300 kata disosmed - menulis 500 kata di di blog - menulis skripsi/cerita panjang
Handwriting vs typing
Handwriting kelebihannya kita bisa lebih fokus, mudah diingat, meningkatkan kreativitas, mengalir sayangnya sulit di edit, dan buruelan, gak bisa grusagrusu
Typing : mudah diukur jumlah katanya, mudah diedit, minusnya bisa banyak typo entah karena jempol bigsize atau keyboard lemot hehe dan godaan untuk backspace untuk memperbaiki kata, jadi jumlah kata makin berkurang.
Tips free writing diambil Teh Shanty dari buku atomic habits - james clear
- Jadikan terlihat : tempatkan aplikasi yang berhubungan dengan menulis di halaman pertama. Buku dan pena mudah dijaukau. Kalo saya malah link setoran ada di beranda depan. Jadi tiap buka hape, yang langsung terlihat shortcut link setoran wkwkwk
- Jadikan menarik : fokus pada hasil, jangan mikirin beban, 'saya mau nyantai sekarang dengan menulis'.
- Jadikan mudah : cukup 15 menit gunakan google document (bisa dibuka disemua perangkat asal email sama, mudah di share)
- Jadikan memuaskan : rayakan pencapaian kecil, buat checklist, dapat badge
Ternyata saya tipe free writing dari awal sih wkwkwkwk nulis isi hati beserta ngedumelnya .. terkesan curhat tapi memang niat saya menulis untuk healing. Nanti tinggal diedit-edit aja supaya bisa masuk blog atau nyindem aja di diary.
Contoh yaaa kita bahas topik tentang mental healt, pasti banyak curhatan saya disana tapi untuk share di blog tentu ada pembatasan kaan mana yang bisa dibagi dan tidak. jadi kalo di share yaa dicopas aja tinggal hapus bagian-bagian yang menurut saya privasi dan gak perlu di-share. Juga cek ricek kali aja ada typo atau kalimat yang belibet.
Untuk saat ini bibuk memang menggunakan 2 aplikasi. Journey untuk curhatan fungsinya memang diary dan mood tracker. Sedangkan google dokumen untuk catatan, draft blog, maupun tugas. Cuma konsisten dan nyediain waktunya itu yang masih labil.
Salah satu alasan saya menyempatkan menulis yaaa untuk terapi trauma , mengenal dan bicara kediri sendiri. Juga konon katanya menulis mengurangi kepikunan diusia tua. Menulis juga sebagai cara untuk mengikat dan berbagi ilmu. Setiap satu tulisan terselesaikan ada rasa bahagiaaa dan puas.
Semangat menulis manteman 🤗
Komentar
Posting Komentar