Langsung ke konten utama

KLIP : PEREMPUAN BERDAYA DARI RUMAH UNTUK DUNIA


Sebagai pembuka di kelas persiapan KLIP tanggal 2 Februari lalu, kami mendapat wejangan dari Bu Septi Peni Wulandani (Founder Ibu Profesional) seputar Pentingnya Mengenal Diri Sendiri dan Peran Keluarga dalam Berkarya.


Btw kelas pesiapan kedua sudah Bibuk posting sebelumnya, Mengenal Free Writing bersama Teh Shanty.


Jadi ingat alesan bikin blog ini, 9 tahun lalu. Lulus SMA nganggur di rumah setahun, nyoba bebikin kerajinan iseng ngefoto dan nulis tutorial segala macem. Eh ada yang pengen beli. Jadilah blog ini difungsikan sebagai tempat jualan. wkwkwk Dulu tuh belum rame market place dan kebanyakan orang nyari sesuatu yaaa di google.


Setelah aktif kuliah sesekali apdet blog posting materi kuliah (nyimpen materi biar gak ilang) dan curhat colongan 🤭 


Kemudian rame influencer dari blog dan daku memilih sebagai penikmat aja.. berkunjung dari blog satu ke blog lainnya. Setiap blogger punya karakter dan keunikan masing-masing. Ada yang konsen ke beauty, kesehatan, keluarga, macem-macem lah. Keren deh… sedangkan blogku?? dibiarkan mbledug karena gak tauuu mau ngisi apa lagi, dan mau fokus kemana?? juga sok ngerasa gak ada waktu buat nulis .. 🙈


Kelar kuliah -sambil nunggu jodoh datang wkwkkwwk- rajin koleksi buku bergenre self improvement. Kebanyakan memang buku best seller dan beberapa ada buku indie yang bagus banget. Muncullah ide untuk review/sharing insightnya, bukan sekedar testimoni singkat aja. Awalnya coba sharing di instagram, sayangnya caption terbatas. Dari sinilah mulai aktif ngeblog lagi, belajar otak-atik tampilan biar enak dipandang.


Makin kesini, isi blog makin komplek. Banyak hal yang pengen ditulis seputar perempuan dan keluarga. Dan menulis menjadi sebuah kebutuhan, bagian dari me time, mengikat memori mengurai rasa. Setiap tulisan yang terselesaikan, ada bahagia yang membuncah…


Semenjak gabung di komunitas Ibu Profesional, blog menjadi tempat ternyaman untuk nulis refleksi/ngerangkum materi. Dan KLIP ini jadi pecutan untuk terus konsisten menulis. Setidaknya seminggu sekali lah ngisi blog.


Alhamdulillah suami termasuk yang supportif banget kalo istrinya ini nulis. Beliau selalu ngasih waktu yang cukup, bahkan ngasih ide dan nyediain buku juga untuk direview dan bahan diskusi. Akunya aja yang keseringan khilaf depan layar, mau buka apa jadinya nyekroll apa wkwkwk molor deh... Tapi tetep keluarga nomor satu. Ketika suami atau anak lagi butuh, wajib banget langsung tutup gadget. Karena yaaaa prioritas utamanya memang keluarga.



Perempuan Berdaya Dari Rumah Untuk Dunia adalah topik utama yang disampaikan oleh Bu Septi. Senengnya kalo Ibu yang ngomong tuh bak panah yang melesat cepat pas tepat sasaran dan ngebuka pikiran banget. Betul kalo dibilang mba wika "apa yang disampaikan bu Septi bertabur berlian"


Perempuan berdaya adalah perempuan yang mengenal diri dan potensinya (jati diri), selalu punya strategi dalam menghadapi perubahan (changemaker), serta mandiri tak bergantung pada siapapun selain Allah dan tidak menyalahkan apapun atas apa yang terjadi pada dirinya (berdaulat).


Ini tamparan banget sih.. Jujur, tahun kemarin saat gugur di KLIP aku termasuk yang nyalahin keadaan. Ibuk meninggal, tugas domestik dan IP numpuk, adaptasi dengan peran baru, dan tantangan jumlah kata yang semakin meningkat. 


Padahal kalo dipikir-pikir lagi, KLIP gak nuntut tulisan untuk dishare, gak harus berbobot isinya. Bahkan isi curhatan, rengekan, omelan pun diterima. Pokoknya mah tulisan. Minimal cuma 10 setoran lagi perbulan. Kenapa beban banget??


Gapapa, itu semua jadi pembelajaran.. sekarang kalo buntu yaaaa nerapin free writing aja, udah paham konsepnya hehe


Sudut pandang perempuan tentang rumah adalah sesuatu yang luar biasa. Rumah adalah tempat belajar, bertumbuh, dan berkarya. Agar bisa maksimal kita butuh pemetaan potensi agar tau mana yang benar-benar potensi kita dan kita bahagia melakukannya, perempuan juga butuh ruang ekspresi untuk menyalurkan apa yang ia ingin lakukan dengan mengikuti atau membentuk komunitas yang sefrekuensi semisal KLIP atau sejenisnya, mendapatkan selebrasi dan apresiasi dari setiap pencapaian baru, sederhana pun gak masalah… dalam bentuk badge/pujian/ tepuk tangan/eskrim hehe


Sebagai introvert, zona ternyaman memang berada di kandang sendiri. Suka amaze lihat orang-orang bisa melakukan banyak aktivitas, sedangkan aku ngerasa terjebak dirutinitas yang sama setiap hari, capek dan bosen.


Perlahan semua berubah sejak di IP. Aku bisa sosialisasi dengan teman sambil ngerjain tugas domestik. Ada banyak pilihan untuk menggali ilmu dan wawasan disela momong anak.


Kuncinya bersyukur. Ini yang selalu diingetin suami. Gak perlu cari apa yang gak ada di rumah. Suami pernah bilang gini "Kamu di rumah aja bisa belajar banyak hal. Bisa bikinin Najib mainan. Bisa gambar. Bisa nulis cerita. Gak semua orang bisa melakukan itu" Terima Kasih Pak suwameh apresiasinyaaa 🙏🙏


Harta karun dari rumah untuk dunia

  • Manajemen dan disiplin waktu dengan baik agar waktu yang kita habiskan lebih produktif. Bu Septi sering mengingatkan ini, perpanjang waktu untuk kegiatan yang membuatmu bahagia, dan persingkat untuk kegiatan yang kurang disukai tapi tetap harus dikerjakan.
  • Mengubah setiap masalah di rumah menjadi tantangan, masalah akan selalu ada, cintai setiap masalah kita dan jadikan itu sebuah tantangan seru yang bisa kita lewati. 
  • Aksi yang kita ambil dari setiap tantangan akan menjadi solusi. Dari solusi itu kita bisa bagikan ke yang lain yang mungkin menghadapi tantangan yang sama. 


Jadi ingat Marie Kondo. Ibu dari 3 anak, seorang konsultan tata ruang, penulis juga penyiar tv. Gak kebayang kan gimana ia manaj waktunya. Ia menuliskan buku best seller yang dikenal dengan metode beberes rumah dengan bahagia ala konmari. Juga terpilih sebagai salah satu dari 100 tokoh paling berpengaruh di dunia. Lalu ingin dikenang sebagai apa kita??


Terima kasih untuk KLIP yang semakin tahun semakin keren. Adanya kelas persiapan ini jadi suntikan energi. Tantangan satu tahun sudah tidak lagi sebuah beban, melainkan challenge seru dan kesempatan kita untuk membiasakan serta belajar menjadi penulis yang lebih baik lagi, yang bermanfat dan bermartabat.


Jika kamu ingin hidup lebih dari 1000 tahun, maka menulis. Karya kita akan terus dibaca oleh semua orang…

Komentar