Jika ditanya "Pernahkah dijulidin?" Semua orang pasti serempak menjawab pernah. Karena faktanya memang senormal apapun kehidupanmu tetap akan ada saja yang julid. Tapi jika ditanya "Pernah julid gak?" Mungkin akan saling melirik kanan kiri hehe. Bahkan sekarang tuh banyak semboyan "gak julid gak makan" amazing banget kan??
Fyi, Julid berasal dari bahasa sunda Binjulid yang berarti iri dan dengki. Kata ini populer sebagai salah satu jargon Teh Syahrini, yang kemudian menjadi brandingnya akun semacam Lambe turah #Eh 😂🙏
Bentuk julidpun beragam. Seringnya disematkan untuk orang yang suka ikut campur, sok paling perfect, paling benar, orang yang nyinyir, tukang ghibah. dan masih banyak lagi.
Karena tema tulisan KLIP minggu ini tentang julid, maka ini kesempatan aku curhat numpahin uneg-uneg disini wkwkwk
Jujur kepergian Ibuk tuh kehilangan yang begitu berat. 26 tahun ku tuh ya sama Ibuk. Ibuk itu temen ngobrol, sandaran, yang selalu perhatian. Kalopun lagi gak di rumah pasti nyempetin tukar kabar. Gak ada seharipun terlewat.
Bukan gak ikhlas tapi yah memang berat. Aku terima kok. Pun dengan keputusan Abah nikah lagi. Semuanya sudah takdir dan insyaAllah ini yang terbaik.
Tapi kenapa setiap keputusan ada saja yang mencibir?? Padahal kami tak pernah mengusik siapapun.
"Pyn kok gak ngelarang abah nikah mane? gak sakno ibuk"
"Pyn gak ngeramut abah ta kok sampek nikah mane?"
"Pyn gak ileng ibuk ta? aku ae jek sering ileng.."
Kalian gak tahu rasanya semaleman dada sesek muntah nangis karena mendem rindu
Kalian gak ngerti rasanya pengen meluk tapi cuma bisa sesenggukan dimakam sambil elus-elus batu
Kalian gak paham itu
Kalian gak tau abah nangis pesimis dengan hidupnya sepeninggal ibuk… bagiku itu sudah jadi bukti bahwa beliau pun amat kehilangan bahkan bisa jadi yang paling kehilangan.
Tapi kami semua harus rela. Kami yakin Ibuk bahagia. Salah satu pesan Ibuk, beliau nggak mau lama-lama ditangisin.
Dan hadirnya Istri baru abah pun bukan sebagai pengganti. Ia adalah istri kedua. Juga bukan Ibu pengganti, Beliau adalah Ibu Ketiga kami (setelah Ibu mertua).
Jadi stop!! Jangan Julid. Biarkan kami menjalani kehidupan kami sebagaimana kami tak pernah mencampuri kehidupan kalian.
Tapi gak semua pelaku julid ngerasa mereka lagi nyinyir loh. Bahkan tidak sadar bahwa apa yang mereka ucapkan bisa menyakiti orang lain. Coba deh kalo misalnya ada yang lagi julid terus kita senggol 'jangan julid doong' pasti mereka membela diri dengan bilang 'salah sendiri bertingkah seperti itu'
Kemarin akupun sempat ngobrol dengan suami. "Salah apa seh pak aku, sampek wong-wong julid?apakah keputusanku salah? apakah aku ganggu mereka? atau ada kekhilafan yang aku belum nyadar?"
"Kadang orang julid bukan karena 'salah kita' tapi karena 'siapa kita' Bisa jadi orang julid itu orang yang merasa paling benar dan berkepentingan dalam hidup kita. Jadi, Jangan hanya mencari apa kesalahan kita tapi juga cari tahu bagaimana menghadapi orang yang julid sama kita"
MasyaAllah jawaban Pak Suwameh superr sekali. Kalo ada yang julid berarti kamu populer. gitukan? 😂
Cara elegan menghadapi mereka yang julid
- Diam sih kalo aku, sabar dan maafkan kemudian. Karena kuatir kalo ngejawab omongan bakal gak ada berhentinya.
- Introspeksi diri, apakah mereka hanya nyinyir atau memang ada yang salah pada kita. Julid bisa jadi peringatan dari Allah untuk kita memperbaiki diri. Tapi jika julidnya tak berdasar yaudah anggap sebagai ujian dari Allah.
- Tetap berbuat baik, setidaknya salam sapa senyum setiap ketemu mereka.
Btw Aku pernah loh ke pasar subuh-subuh. Gak mekapan karena dasarnya gak suka, paling kalo keluar cuma pake bedak sama lipstik tipis. Palagi pandemi gini keluar selalu pake masker, bisa dibilang gak makeupan pun pede aja. Lha waktu itu karrna pedagangnya gak denger jadi aku plorotin masker bentar. Eh disapa dong sama tetangga. Setelahnya pas mau pulang dicegat.
"Lhe nek metu iku dandano. ojok polosan. wedak ae. jek enom eman. jek pantes. nek kene seng tuo wes gak pantes"
Awalnya agak bete, pasti… ini aja ke pasar nyuri waktu pas anak masih tidur. Cepet-cepet biar bisa langsung masak sebelum suami berangkat. Mana kepikiran pake makeup??
Tapi tetep mencoba melihat dengan sudut pandang berbeda.. Karena tak semua omongan negatif adalah julid. Bisa jadi bentuk kritik dan saran yang membangun. nggrayangi awak e disek. Mungkin omongan itu keluar karena saking sayangnya. Saking perhatiannya. biar aku nya gak keliatan korot-korot. hehe Terima kasih berkat teguran waktu itu saya sadar pentingnya perawatan muka, nemu lipstick bagus yang nggak bikin bibir kering, jadi makin lihai ngalis. wkwkwk
Begitu juga ketika ada perbedaan cara pengasuhan atau perubahan kita before after punya anak. Pasti ada banyak sekali komentar orang-orang. Kalo ditampung semua bisa stres shay..
Sedikit tips dari aku, cara menyampaikan kritik dan saran yang nggak bikin baper:
- Berikan pujian terlebih dahulu
- Tanyakan alasan mengapa dia seperti itu, hargai
- Sampaikan kritik dan saran dengan lembut
- Pilihlah kata yang tak menyudutkan
Komentar
Posting Komentar