Sungguh indah.... kaulah lambang kemuliaan
Harummu ramai diperbincangkan
Hingga seorang menghadiahkanmu untukku
Katanya kaulah penyempurna separuhku
Kutempatkan kau di sudut nyamanku
Agar bisa kupandangi lekat-lekat saat pilu
Heranku....
Sering kali kau bukanlah kau
Dikeheningan kelopakmu menyayatku
Tangkai berdurimu melemahkan nadiku
Semampu-ku genggam luka
Biarlah tangisan sebagai pereda
Tidak tidak... Bukan aku ingin menyingkirkanmu
Hanya saja... Ku butuh penawar untuk tetap membersamaimu

Komentar
Posting Komentar