Tantangan menulis klip minggu ini bertema aku dan sampahku. Entah sampah beneran, sampah emosi, atau sampah lainnya. Sampah adalah sesuatu yang sudah tidak dipakai/diinginkan lagi. Jika itu sampah beneran, akan ada pilihan mau didaur ulang atau dipendam dalam tanah. Lalu bagaimana jika sampah itu berupa kenangan? Apakah masih bisa diolah? Atau bisakah hanya dipendam? Kenangan masa kecil itu kerap hadir.. seketika membuat mood berantakan. Bisa tiba-tiba nangis sesenggukan, dimanapun. Tentang ketidak-adilan di sekolah, tentang perlakuan teman-teman, dan masalah kedua orang tua. Bagi orang dewasa kala itu, mungkin masa kecilku baik-baik saja. Belajar, bermain, dan cukup berprestasi. Aku bisa masuk ke sekolah yang aku inginkan. Dilingkar pertemananku saat sekolah dasar, mungkin orang tuaku paling berumur. Abah tak lulus SMP, Ibuk tak lulus SD, apakah aku malu? Tidak, mereka tak sekolah karena ekonomi keluarga. Mereka mengalah untuk adek-adeknya. Toh keduanya tak buta huruf juga pandai mate...